Dilema Pembatasan Truk pada Libur Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 28/11/2020, 07:02 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transportasi Indonesia (PPMTI) keberatan dengan adanya wacana pembatasan truk pada masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Menurut Sekjen PPMTI Kyatmaja Lookman, aturan pembatasan atau pelarangan truk di musim libur Natal dan tahun baru pada tahun ini bukan menjadi solusi yang baik untuk diterapkan.

"Melihat dari banyak sisi, libur nanti itu panjang sekali karena ada penambahan sekalian libur nasional yang Lebaran, tidak mungkin kita bisa selama itu kalau tidak salah 10 sampai 11 hari," ucap Lookman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Kemampuan Sopir Truk di Indonesia Masih Banyak Kurangnya

"Kondisi ekonomi juga belum pulih, otomatis terkait juga dengan bisnis, dalam hal ini logistik atau angkutan barang. Perlu ditekankan bila tahun baru dan Natal itu beda momennya dengan Lebaran, tidak semua sektor usaha tutup, jadi masih ada yang beroperasi juga," kata dia.

Lookman menjelaskan, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) harus bisa berimbang menyikapi kondisi yang ada. Tidak bisa hanya mengeluarkan regulasi yang terkesan memberatkan pihak tertentu, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

Selain itu, bila memang ingin menerapkan aturan yang sesuai dengan protokol kesehatan terkait pencegahan penularan Covid-19, sebaiknya pembatasan yang dilakukan justru mengarah ke masyarakat yang ingin pergi liburan.

"Logikanya kalau libur panjang kemarin saja jumlah kasusnya (Covid-19) meningkat, harusnya yang sekarang dibatasi bukan bisnis usaha logistik atau distribusinya," ucap Lookman.

Hal senada sebelumnya juga sudah diutarakan oleh Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kemenhub Sebut Regulasi Konversi Motor Listrik untuk Jamin Keselamatan

Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.Istimewa Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home.

Menurut Bambang, adanya wacana pembatasan seakan-akan menandakan pemerintah tak memiliki senses of crisis, padalah sejak Maret 2020 utilitas truk-truk Aptrindo belum stabil, bahkan sering di bawah 50 persen dari seluruh unit yang ada imbas lesunya dunia usaha.

"Mestinya pemerintah mengimbau agar dalam masa pandemi ini masyarakat menunda bepergian atau berlibur dahulu dan sementara mendahulukan kinerja sektor logistik agar bisa menyelamatkan banyak pengusaha angkutan barang dari kebangkrutan massal," kata Bambang.

Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).

Seperti diketahui, Kemenhub berencana melakukan pembatasan operasional kendaraan barang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru ( Nataru) 2020.

Pada puncak mudik, rencana akan dibatasi selama tiga hari mulai dari 23-25 Desember 2020, sementara saat arus balik selama tiga hari, yakni 2-4 Januari 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X