Ini Alasan Pelajar Dilarang Bawa Motor ke Sekolah

Kompas.com - 24/11/2020, 11:22 WIB
Beberapa siswa yang terjaring rasia saat mengeluarkan motor dari kantong-kantong parkir diluar sekolah KOMPAS.com/wijaya kusumaBeberapa siswa yang terjaring rasia saat mengeluarkan motor dari kantong-kantong parkir diluar sekolah
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggencarkan sosialisasi larangan bagi pelajar menggunakan sepeda motor ke sekolah, dinilai cukup bagus.

Selain untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya, hal tersebut juga sudah sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, pada prinsipnya setiap orang yang mengemudikan kendaraan harus memiliki persyaratan serta kemampuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

“Definisi pengemudi adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan dan telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM),” kata Budiyanto kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya ini juga mengatakan, bahwasanya SIM merupakan syarat bagi setiap orang ketika mengemudikan kendaraan sesuai dengan golongannya.

“Dan salah satu persyaratan untuk permohonan mendapatkan SIM adalah minimal berusia 17 tahun. Sementara para pelajar banyak yang berusia di bawah 17 tahun sehingga belum memiliki SIM,” ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018). KOMPAS.com/HAMZAH Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).

Budi juga mengatakan, sesuai pasal 81 ayat (1) dalam UU nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ dijelaskan bahwa untuk mendapatkan SIM sebagaimana dimaksud pada pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Sementara dalam ayat (2) di pasal yang sama dijelaskan mengenai syarat usia ditentukan paling rendah 17 th untuk SIM A dan SIM C dan SIM D.

“Sementara para pelajar yang belum memiliki SIM dari aspek hukumnya dilarang mengemudikan kendaraan bermotor, karena akan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain di Jalan,” tuturnya.

SIM juga sebagai bukti legitimasi kemampuan seseorang untuk dapat mengemudikan kendaraan sesuai dengan golongannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X