Setengah Kopling Saat di Tanjakan Bikin Kampas Kopling Cepat Aus

Kompas.com - 20/11/2020, 11:02 WIB
Sejumlah kendaraan tertahan di jalur Puncak Cianjur Jawa Barat imbas dari pemberlakukan satu arah pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu (31/10/2020). KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah kendaraan tertahan di jalur Puncak Cianjur Jawa Barat imbas dari pemberlakukan satu arah pada libur panjang akhir pekan ini, Sabtu (31/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Area Puncak di Kabupaten Bogor memang menjadi tujuan favorit saat weekend maupun libur panjang. Oleh karena itu, saat liburan ke Puncak, pasti sering mengalami kemacetan.

Selain itu ketika macet di area Puncak, tentu saja ada saatnya mobil merayap di jalan yang menanjak. Bagi pengemudi mobil manual, ada saja kelakuan pengemudi yang menjaga setengah kopling dan gas jadi tidak menginjak rem.

Padahal menjaga kopling dan gas pada tanjakan malah bisa merusak komponen yang ada di transmisi, yaitu kampas kopling yang jadi lebih cepat aus. Seperti yang dikatakan Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna.

Baca juga: PO ALS Rilis Lagi Bus Baru untuk Trayek Medan - Ujung Gading

Kemacetan kendaraan di jalur Puncak Cianjur, Jawa BaratKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Kemacetan kendaraan di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat

“Melakukan setengah kopling di kondisi tadi sangat merusak kopling. Karena kopling di situ bekerja keras, namun jadinya selip karena putaran kopling dan flywheelnya tidak sama,” ucap Suparna kepada Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Dari selipnya kopling ini akan menyebabkan kampas kopling tergerus dengan sangat cepat. Bahkan Suparna mengatakan kalau tetap menjaga setengah kopling di tanjakan, kampasnya akan aus dalam hitungan jam.

“Yang benar itu ketika terjebak macet di tanjakan, bisa menggunakan hand brake. Jadi ketika berhenti, ditarik hand brakenya dan saat mau jalan, di depan sudah aman, sesuaikan rpm lalu turunkan hand brake,” kata Suparna.

Baca juga: Andi Gilang Turun Kelas ke Moto3 mulai 2021

Selain membuat kampas kopling lebih cepat aus, melakukan setengah kopling saat di tanjakan dan macet juga tidak aman. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, cenderung tidak stabil di tanjakan.

“Karena mobil itu ditahan tidak dalam kondisi naik atau turun. Sehingga ada kecenderungan ketika kaget, mobil akan naik dan kalau lepas kontrol malah turun,” ucap Sony kepada Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X