Mitos atau Fakta, Kunci Setang Motor ke Kanan Bisa Cegah Maling?

Kompas.com - 18/11/2020, 11:02 WIB
Setang sepeda motor yang ditengokkan ke kanan (khusus untuk motor Honda) dan dikunci, cukup merepotkan maling karena tak leluasa menjangkau lubang kunci. Otomania-Donny AprilianandaSetang sepeda motor yang ditengokkan ke kanan (khusus untuk motor Honda) dan dikunci, cukup merepotkan maling karena tak leluasa menjangkau lubang kunci.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi maraknya pencurian sepeda motor semakin hari kian meresahakan. Terutama dalam kondisi pandemi virus Covid-19 seperti saat ini yang membuat aksi kriminal kian meningkat.

Demi mengurangi risiko pencurian sepeda motor yang marak terjadi, ada kepercayaan jika mengunci setang ke kanan lebih aman dibanding arah sebaliknya.

Baca juga: Tak Ingin Celaka, Ingat Lagi Etika Mengemudi di Persimpangan

Beberapa masyarakat pecaya bahwa hal tersebut bisa membuat maling kesulitan bahkan tidak bisa membobol kunci setang, jika ditekuk ke kanan dan dikunci. Lantas benarkah hal tersebut?

Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, kunci setang, alarm, atau pengaman lainnnya, bukan sebagai anti maling.

Area parkir Blok F Pasar Tanah Abang,  Jakarta Pusat,  Senin (30/10/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Area parkir Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

“Semua peralatan tersebut hanya untuk mempersulit, atau memperlambat, karena maling sekarang sudah semakin nekat. Bahkan ada yang sudah dikunci setang namun pencuri tetap nekat dengan menggotong ban depan,” ujar Endro kepada Kompas.com, Selasa (18/11/2020).

Menurut Endro, dengan membelokan setang ke arah kanan hanya akan mempersulit ruang gerak pencuri saat mencoba membobol kontak menggunakan kunci  T.

Baca juga: Permintaan Campervan Malah Bertambah di Kala Pandemi

“Pencuri akan kerepotan untuk mengakali atau merusak kunci kontaknya, karena terhalang oleh setang. Jadi akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengambil motor, atau bahkan bisa gagal saat menjalankan aksinya karena sudah keburu kepergok orang lain,” kata Endro.

Endro menyarankan, sebaiknya pemilik motor melakukan tindakan preventif dengan menggunakan pengamanan ganda pada kendaraannya. Seperti penambahan gembok atau rantai yang disambungkan ke tiang mungkin bisa menjadi solusi lain untuk mencegah pencurian tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X