Masih Zaman Injak Gas Sebelum Mematikan Mesin?

Kompas.com - 17/11/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer. FMMOTORPARTS.comIlustrasi injakan pedal gas yang pengaruhi besaran angka rpm pada takometer.

JAKARTA, KOMPAS.comKebiasaan menginjak gas saat ingin mematikan mesin mobil, masih sering terlihat dilakukan oleh orang-orang tua. Biasanya ketika mesin berputar di rpm yang tinggi, pemilik langsung memutar kunci kontak ke posisi off.

Mitosnya, menggerungkan gas sebelum mematikan mesin dianggap bisa mengisi aki kendaraan. Jadi ketika nanti mau dinyalakan kembali, aki mobil jadi tidak soak.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan, mitos tersebut belum bisa dibuktikan. Karena sebetulnya, proses pengisian aki bukan hanya dari menginjak gas berulang saat mobil sedang diam.

Baca juga: Mencoba Junior Executive PO Raya, Pakai Kursi Bekas Pesawat

Indikator speedometer Ertiga SHVShttp://overdrive.in Indikator speedometer Ertiga SHVS

“Menginjak gas sebelum mematikan mesin hanya mitos saja. Malahan enggak ada gunanya dan cenderung boros bahan bakar karena mobil digas tapi bukan untuk menjalankan mobil,” ucap Suparna kepada Kompas.com, Senin (16/11/2020).

Apalagi kalau mobil-mobil zaman sekarang, sistem pengisian akinya sudah bagus, tidak perlu digas-gas. Saat mobil dipakai jalan, aki mobil sudah terisi penuh lagi jika dalam kondisi normal.

“Justru kalau digas itu, akan menimbulkan pemakaian bahan bakar yang mubazir. Lalu menimbulkan polusi dan kalau ngegasnya terlalu berlebihan, bisa membuat mesin overrunning,” kata Suparna.

Baca juga: [VIDEO] Mencoba Tol Cimanggis Cibitung Saat Gratis

Paling parah, jika posisi putaran mesin masih belum stasioner lalu kunci di putar ke posisi off. Suparna mengatakan, kondisi tersebut membuat banyak bahan bakar yang seharusnya sudah tersuplai tetapi tidak terbakar sempurna.

“Kalau bahan bakar terlalu banyak tertinggal di ruang bakar, kalau bocor bisa terkontaminasi dengan oli mesin. Jadi manfaatnya enggak ada tapi efek sampingnya bisa menimbulkan hal-hal yang negatif,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X