Ford Ingin Buat Baterai Kendaraan Listrik Secara Mandiri

Kompas.com - 16/11/2020, 17:41 WIB
Ford melakukan restrukturisasi dengan memangkas 7.000 pegawai advancemanufacturingFord melakukan restrukturisasi dengan memangkas 7.000 pegawai
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ford Motor Co mempertimbangkan untuk membuat sel baterai sendiri menyusul volume penjualan kendaraan listrik yang kian meningkat di seluruh dunia.

Pasalnya, melalui langkah tersebut produsen otomotif asal Amerika Serikat tersebut mampu mencapai efektifitas dan efisiensi bisnis lebih baik.

"Kami sedang mendiskusikan manufaktur sel (baterai). Saya pikir itu wajar saat volume electric vehicle (EV) bertambah," ujar Chief Executive Officer (CEO) Ford Jim Farley dikutip Reuters, Minggu (16/11/2020).

Baca juga: Serius Garap Mobil Listrik, Jokowi Utus Tim Khusus untuk Bertemu Tesla

Ratusan unit mobil Ford berkumpul untuk pertama kalinya setelah Ford Motor Indonesia menyatakan resmi akan berhenti beroperasi pada bulan laluFebri Ardani/KompasOtomotif Ratusan unit mobil Ford berkumpul untuk pertama kalinya setelah Ford Motor Indonesia menyatakan resmi akan berhenti beroperasi pada bulan lalu

Kendati demikian, perusahaan belum mengungkapkan lebih lanjut mengenai lokasi pabrik. Mengingat lokasi cadangan nikel besar di dunia, kemungkinannya ada tiga yakni Australia, Kanada, atau Indonesia.

Adapun pernyataan Farley sendiri sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah disampaikan sebelumnya oleh Jim Hackett selaku salah satu pemimpin Ford. Pada Juli lalu ia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengembangkan baterai sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada keuntungan bagi Ford membuat sel baterai sendiri," ucap dia.

Baca juga: Elektrifikasi Picu Persaingan Ketat Industri Otomotif Indonesia

Sementara itu, produsen mobil lain seperti General Motors dan Tesla rela merogoh kocek menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pabrik dan memproduksi baterai sendiri.

Terkait rencana produksi kendaraan listrik, Ford memang tidak memiliki target yang terlalu signifikan. Berbeda dengan General Motors dan Hyundai Motor yang memasang target membangun dan menjual satu juta kendaraan listrik setahun, pada 2025.

Sedangkan Volkswagen AG menargetkan penjualan 3 juta unit kendaraan listrik per tahun secara global.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.