Alasan Diterapkan Tarif Terintegrasi di Ruas Tol Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 13/11/2020, 13:41 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, bakal menerapkan tarif terintegrasi di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Dengan demikian, pengguna tol baik yang lintas bawah atau Tol Layang Jakarta-Cikampek (Elevated), akan menggunakan sistem satu tarif yang sama.

Salah satu yang mendasari kenapa dipilih penerapan sistem terintegrasi karena masalah efisiensi. Pasalnya, bila dibuat secara terpisah, maka tarifnya akan lebih mahal dari yang saat ini sudah ditetapkan.

Vera Kirana, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha Jasa Marga pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mengatakan, jika dioperasikan secara terpisah, tarif untuk Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek mencapai Rp 1.250 per kilometernya.

Baca juga: Tol Cimanggis-Cibitung Siap Beroperasi Besok, Tarif Masih Gratis

Artinya, pengguna jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek harus membayar tarif sebesar Rp 47.500, belum lagi ditambah dengan ruas di bawahnya.

"Jadi, untuk pengguna jalan jarak jauh pengguna kendaraan Golongan I (Wilayah 4), harus membayar dua tarif sekaligus, yaitu tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated sebesar Rp 47.500, dan tarif Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000, sehingga total tarif untuk kendaraan Golongan 1 adalah Rp 62.500," ucap Vera dalam keterangan resminya, Kamis (12/11/2020).

Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tampak sepi setelah ditutup pada kedua arah, Sabtu (2/5/2020). Penutupan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

Untuk skema pentarifan dari keseluruhan wilayah, menurut Vera pemberlakuan tarif terintegrasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan berdampak pada 3 wilayah, yakni Jakarta IC-Pondok Gede Barat/Pondok Gede Timur (Wilayah 1), Jakarta IC-Cikarang Barat (Wilayah 2), dan Jakarta IC-Cikampek (Wilayah 4).

Sementara untuk Wilayah 3, yakni Jakarta IC-Karawan Barat, tidak mengalami kenaikan tarif dari sebelumnya dari masing-masih golongan kendaraan. Namun untuk kendaraan pada wilayah 1, 2, dan 4, ada kenaikan karena integrasi.

"Dapat dilihat, di Wilayah 3 tidak terdapat perubahan tarif, namun ada perubahan wilayah untuk Karawang Timur. Sebelumnya Karawang Timur masuk di Wilayah 3, setelah penerapan tarif terintegrasi ini, Karawang Timur masuk di Wilayah 4 sehingga mengalami perubahan tarif," kata Vera.

Tak hanya karena tarif yang lebih murah, sebelumnya Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pengoperasian terintregasi untuk dua ruas jalan tol tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan karena adanya efisiensi transaksi dan distribusi beban lalu lintas, antara kedua jalan tol tersebut.

Baca juga: Tol Jakarta-Cikampek Terintegrasi, Tarif Golongan I Naik Rp 5.000

Tarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-CikampekJasa Marga Tarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Dengan demikian, bisa meningkatkan kinerja lalu lintas, baik dari sisi kecepatan tempuh, waktu perjalanan maupun dari sisi kapasitas jalan tol. Selain itu, integrasi ini juga menjadi solusi peningkatan kualitas dan manfaat jalan tol yang lebih luas.

"Jika menggunakan sistem operasi terpisah, maka akan ada gerbang tol-gerbang tol baru untuk membayar tarif Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek. Dengan sistem pengoperasian terintegrasi ini, yang seharusnya pengguna jalan jarak jauh (Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek) harus melakukan dua kali transaksi, menjadi satu kali saja sehingga akan mengurangi potensi hambatan lalu lintas," ujar Heru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X