Jangan Panik, Begini Cara Padamkan Mobil yang Terbakar

Kompas.com - 12/11/2020, 07:12 WIB
Sebuah mobil Grand Livina bernomor B 1693 CGY terbakar di dalam Tol JORR Pondok Indah - Pasar Rebo tepatnya di dekat Hotel Aston Pasar Rebo, Pasar Minggu pada Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 21.00 WIB. Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta SelatanSebuah mobil Grand Livina bernomor B 1693 CGY terbakar di dalam Tol JORR Pondok Indah - Pasar Rebo tepatnya di dekat Hotel Aston Pasar Rebo, Pasar Minggu pada Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan mobil terbakar memang bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja.

Dalam kondisi tersebut tidak sedikit pengemudi yang langsung panik dan tidak bisa berfikir jernih untuk segera melakukan tindakan yang tepat.

Bahkan, tidak jarang karena kepanikan tersebut bisa berakibat fatal hingga kecelakaan tersebut mengakibat timbulnya korban.

Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana, ketika mengalami mobil terbakar saat dikendarai di jalan yang pertama dilakukan adalah mengontrol emosi.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

“Api sering kali membuat pengemudi menjadi panik, sebaiknya tenang dan kontrol emosi sebelum api membesar segera pinggirkan mobil ke area yang aman,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (11/11/2020).

Ilustrasi mobil terbakar secara tiba-tibatrofire.com Ilustrasi mobil terbakar secara tiba-tiba

Sony menambahkan, sebelum kebakaran semakin besar biasanya akan didahului dengan munculnya asap (dari bagian mesin).

Sebelum itu terjadi, pengemudi bisa mencari tempat yang aman dan jauh dari keramaian. Setelah itu, segera melakukan evakuasi penumpang.

“Ambil alat pemadam api ringan ( APAR) yang tersedia dan semprotkan ke sumbernya (biasanya api di ruang mesin), penyemprotan dari kolong mobil,” ujarnya.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Sony melanjutkan, api timbul oleh oksigen, pemantik atau pun bahan bakar maka hilangkanlah salah satunya.

“Yang paling mudah adalah oksigen, tapi kalau api sudah terlanjur membesar butuh tim pemadam kebakaran yang alatnya memadai,” ucapnya.

Ketika api sudah membesar, jika hanya mengandalkan APAR saja tidak akan sanggup untuk memadamkannya.

“Kalau APAR saja tidak bisa, memang kalau tidak segera ditangani api pasti semakin besar, karena banyak dari material mobil tidak fireproof,” tuturnya.

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar mobil sedan di KM3 Halim Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (27/5/2020) pagi. ANTARA/HO-Damkar Jaktim Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar mobil sedan di KM3 Halim Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (27/5/2020) pagi.

Hanya saja terkadang penanganan cepat untuk mobil yang terbakar terkendala karena pemilik mobil tidak menyediakan APAR di dalamnya.

Sehingga, ketika mobil terbakar pemiliknya hanya bisa menunggu bantuan datang sembari melihat mobil ludes dilalap si jago merah.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

“Banyak mobil yang tidak dilengkapi dengan APAR, ketika terjadi kebakaran maka si pemilik hanya akan menjadi penonton, menyaksikan asetnya ludes alias tidak tersisa,” katanya.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC), mengatakan, ketika mengalami mobil terbakar sebaiknya tidak berusaha untuk mengeluarkan barang bawaan yang tertinggal di dalamnya.

"Tidak disarankan untuk mengeluarkan dan membawa barang bawaan yang tertinggal di dalam mobil. Matikan mesin dan keluarkan APAR jika tersedia," kata Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X