Lalai Rawat Komponen Ini, Sokbreker Bisa Cepat Rusak

Kompas.com - 11/11/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYAIlustrasi musim hujan yang dipengaruhi La Nina. BMKG merilisi anomali iklim La Nina sedang berkembang di Samudera Pasifik, dampaknya pada Indonesa dapat menyebabkan curah hujan yang tinggi dan berakibat pada bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki bulan November 2020, cuaca hujan kerap mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya, terutama menjelang sore maupun malam hari.

Sejumlah komponen di kolong mobil kerap terkena cipratan air dan rawan mengalami kerusakan. Pemilik harus lebih rajin mengecek serta merawat bagian kaki-kaki untuk menghindarinya.

Salah satu bagian yang rentan adalah sokbreker. Alat peredam kejut ini mudah kotor akibat air yang bercampur dengan tanah atau pasir saat roda berputar.

Baca juga: Menu SUV Murah Harga Rp 70 Jutaan, Dapat CR-V dan X-Trail

Ilustrasi Karet Boot SokbrekerDok. Otomotif Group Ilustrasi Karet Boot Sokbreker

Imam Choiri alias Apre, pemilik bengkel AP Speed di Cipinang, Jakarta Timur, mengatakan, kerusakan sokbreker karena hujan biasanya disebabkan karena robeknya karet boot penutup as sokbreker.

“Karet boot ini punya peran dalam menghalau pasir dan kotoran dari cipratan roda yang bisa menempel di bagian as dan sil,” ucap Apre, kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Apre, karet boot yang robek dapat membuat cipratan air dari jalan dengan mudah menempel di komponen sokbreker.

Baca juga: Baterai Seragam, Harga Motor Listrik Bisa Murah

Ilustrasi sokbreker mobilwww.kwikkarrichardson.com Ilustrasi sokbreker mobil

Hal ini membuat sokbreker kotor hingga melukai bagian penting, seperti as dan sil. Lama-kelamaan kondisi ini bisa menimbulkan karat.

Kerja sokbreker yang naik dan turun selama berkendara turut membuat sil mudah jebol, lantaran ada kotoran yang menghalangi kinerja as.

Apre juga mengingatkan, kondisi karet boot yang bagus dapat menghalangi kotoran yang menempel di as dan sil, sehingga mampu menjaga kebersihannya dan memperpanjang usia sokbreker.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X