Kawasaki Lakukan Restrukturisasi, Pisah Bisnis Motor dan Mesin

Kompas.com - 08/11/2020, 14:01 WIB
Test ride Kawasaki Ninja ZX-25R untuk harian Kompas.com/DonnyTest ride Kawasaki Ninja ZX-25R untuk harian
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasaki Heavy Industry, Ltd. (KHI) melakukan restrukturisasi perusahaan, dengan memisahkan divisi motor dan mesin menjadi bagian terpisah dari perusahaan induk.

KHI resmi memisahkan Motorcycle & Engine dengan bisnis Offshore per 1 Oktober 2020. Selanjutnya bisnis Ship dan Offshore akan berintegrasi dengan bisnis Energy System dan & Plant Engineering.

Kawasaki ingin divisi Motorcycle & Engine untuk mendirikan perusahaan sendiri dan membangun bisnis yang lebih besar.

Baca juga: Rossi Bakal Lawan Adiknya yang Naik Kelas ke MotoGP

Kawasaki merengkuh gelar ke-100 di ajag World Superbike Championship 2017Kawasaki Kawasaki merengkuh gelar ke-100 di ajag World Superbike Championship 2017

KHI mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari tujuan arah bisnis baru yang dijajaki Kawasaki. Termasuk menambah kemampuan untuk berinovasi di bidang teknologi industri roda dua.

Nobuhide Koki, Presiden Direktur PT Kawasaki Motor Indonesia, mengatakan, perubahan bisnis di induk perusahaan di Jepang tersebut tidak berpengaruh kepada bisnis Kawasaki di Indonesia.

"Tidak ada perubahan operasional di Indonesia. Tugas dan misi kami masih tetap sama, dan rencana restrukturisasi dari KHI ini akan makin menambah kemampuan KMI untuk melayani pelanggan Kawasaki," katanya dalam rilis resmi, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Begini Cara Kerja Mesin Sepeda Motor 2-Tak

Ninja 650 terbaru dari Kawasaki IndonesiaOtomania/Setyo Adi Ninja 650 terbaru dari Kawasaki Indonesia

Nobuhide mengatakan, Kawasaki Indonesia akan melanjutkan apa yang sudah dicapai. Termasuk mempelajari industr dan masa depan produk-produk yang efisien.

"Brand Kawasaki di Indonesia masih dan semakin kuat bahkan saat situasi pandemi Covid-19, dan KMI akan terus melanjutkan misi kami dalam mempersembahkan produk Kawasaki dan mencapai kepuasan pelanggan," katanya.

Keputusan KHI memisahkan bisnis motor dan mesin tak lepas dari penjualan motor yang lesu selama pandemi virus Covid-19. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses pengambilan kebijakan dan perbaikan keuangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X