Status GP Mandalika Bukan Cadangan, Ini Maksudnya Reserve Date

Kompas.com - 08/11/2020, 08:01 WIB
Ilustrasi layout sirkuit Mandalika di Lombok untuk tuan rumah MotoGP 2021. motogp.comIlustrasi layout sirkuit Mandalika di Lombok untuk tuan rumah MotoGP 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalender MotoGP 2021 sudah diumumkan oleh Dorna Sports, selaku promotor MotoGP. Nama Indonesa masuk dalam daftar tersebut, tapi masuk dalam kategori Reserve Grand Prix Venues.

Dalam pengumuman kalender sementara MotoGP 2021 ini, Indonesia mendapatkan reserve date. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyebutkan bahwa Indonesia diberikan perlakukan khusus untuk menentukan sendiri kapan waktu pelaksanaan yang terbaik menurut MGPA.

Baca juga: Masuk Kalender MotoGP 2021, Indonesia Berhak Tentukan Tanggal

Chief Strategic and Communication Officer MGPA Happy Harinto, mengatakan, kalender sekarang masih pengumuman sementara. Happy juga menjelaskan apa maksud dari reserve date tersebut.

Lahan yang dikembangkan oleh PT ITDC di Mandalika, Lombok, NTBKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Lahan yang dikembangkan oleh PT ITDC di Mandalika, Lombok, NTB

"Ini kan belakangan banyak yang menyebutkan soal Indonesia sebagai sirkuit cadangan. Dalam balap kan dibutuhkan homologasi untuk sirkuit baru," ujar Happy, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Happy, sirkuit lain yang sudah mendapatkan tanggal karena sudah terhomologasi, sebelumnya sudah pernah dipakai untuk MotoGP. Sementara Sirkuit Mandalika dibangun dari nol, jadi butuh homologasi.

"Homologasi sendiri ada beberapa macam. Pertama, dari treknya sendiri seperti apa, aspalnya seperti apa. Proses pengaspalan saja masih berjalan. Pit dan paddock seperti apa, posisinya di mana. Begitu pula dengan posisi medical center. Lalu, peralatan yang diminta oleh FIM apakah semuanya sudah tersedia. Aksen jalannya juga seperti apa," kata Happy.

Baca juga: Kalender Sementara MotoGP 2021, Indonesia Mulai Dipertimbangkan

Happy menambahkan, juga yang menyangkut masalah infrastruktur. Maka itu, wajarlah sirkuit yang baru ini dihomologasi.

"Reserve date ini tergantung dari kita. Kita dapatnya Oktober. Jika dilihat jalurnya, dari Motegi, turun ke Buriram. Dari Buriram tentu akan turun ke Mandalika, jika sudah siap. Baru ke Phillip Island, lalu ke Sepang, dan Valencia yang terakhir," ujar Happy.

Namun, opsi lain juga disebutkan oleh Happy, bisa juga dari Motegi, turun ke Buriram, lalu langsung ke Phillip Island. Setelah itu, naik lagi ke Sepang, baru ke Mandalika, lalu baru ke Mandalika.

Sirkuit Mandalika Foto: MGPA Sirkuit Mandalika

"Itu yang namanya reverse date atau plotting date. Jadi, jika diartikan bukan cadangan maksudnya," kata Happy.

Happy mengatakan, MGPA tiap hari dipantau oleh Dorna, bagaimana kemajuan dan perkembangan sirkuitnya. Dengan adanya pandemi, timnya Dorna jadi tidak bisa datang.

"Kondisi seperti inilah yang membuat Dorna mengeluarkan pengumuman sementara. Pengumumannya itu untuk tahun depan tergantung dari negaranya tersebut. Negara yang akan menjadi tuan rumah sudah siap belum, terkait dengan masalah Covid-19," ujar Happy.

Baca juga: Mandalika Racing Team Indonesia Berencana Akuisisi Tim di Moto2

Happy mencontohkan kalender bulan April, di mana Amerika akan jadi tuan rumah MotoGP di awal musim. Bagaimana Amerika bisa mempersiapkan diri dengan adanya 10 juta kasus COvid-19 yang ada sekarang ini.

"Indonesia adalah pasar yang paling penting buat Dorna. Maka itu, Indonesia mendapatkan privilege yang begitu luar biasa. Buriram saja butuh waktu empat tahun untuk mengajukan jadi tuan rumah MotoGP. Indonesia, sirkuitnya jadi langsung dipakai balapan. Luar biasa Dorna dan FIM percaya dengan Indonesia," kata Happy.

Reserve date memang tidak umum, hanya negara tertentu yang bisa mendapat perlakukan khusus ini. Dalam situasi pandemi yang belum tahu kapan berakhirnya, adanya reserve date membuat MGPA lebih fleksibel untuk melihat situasi dan kondisi yang terbaik untuk menjadi tuan rumah MotoGP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X