Mitos atau Fakta, Mobil Penggerak Roda Depan Cenderung Sulit Menanjak?

Kompas.com - 31/10/2020, 10:02 WIB
Berapa konsumsi BBM Honda BR-V saat dipakai di jalan tol dan jalur menanjak? kompas.comBerapa konsumsi BBM Honda BR-V saat dipakai di jalan tol dan jalur menanjak?

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini kendaraan roda empat sudah dibekali dengan beragam sistem penggerak, seperti depan, belakang, semua roda (all-wheel drive/AWD), dan 4x4.

Khusus untuk mobil dengan penggerak roda depan, tanjakan curam kerap menjadi momok bagi para pemilik kendaraan. Terlebih lagi untuk mobil yang masuk dalam golongan Low Cost Green Car (LCGC) yang memiliki kapasitas mesin kecil.

Tidak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD) cenderung sulit untuk melahap tanjakan.

Lantas, apakah itu sekadar mitos atau fakta?

Baca juga: Mana yang Lebih Unggul, Mobil Penggerak Roda Depan atau Belakang?

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, secara teknis roda depan menarik beban dan ada risiko ban berputar di tempat (spin).

“Inilah yang kerap membuat mobil berpenggerak roda depan lebih lemah ketimbang penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD). Kemampuannya seolah loyo saat menghadapi jalan menanjak,” kata Didi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/10/2020).

Ilustrasi Mobil dengan posisi mesin di depan dan menggerakkan roda depan juga.buildyourownracecar.com Ilustrasi Mobil dengan posisi mesin di depan dan menggerakkan roda depan juga.

Perasaan sulit menanjak juga bisa terjadi karena roda belakang kehilangan traksi meskipun jalan yang dilalui memiliki tingkat kemiringan yang tidak terlalu tajam.

Saat mobil menanjak, beban mobil berpindah ke bagian belakang. Sementara itu, bagian depan mobil akan kehilangan berat beban, ini yang memicu mobil penggerak roda depan selip.

Baca juga: Jasa Marga Segera Sesuaikan Tarif Tol JORR 1

Pendapat tersebut juga dibenarkan oleh Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan. Menurutnya FWD memang tidak sebaik RWD saat melibas tanjakan.

Namun, dengan menjaga momentum dari bawah, menjaga kualitas kopling, dan menguasai teknik mengemudi yang baik, maka sebenarnya bisa saja melewati tanjakan dengan mobil berpenggerak FWD.

“Momentum kecepatan kendaraan dari bawah penting untuk dijaga, agar tidak perlu berhenti di tengah tanjakan,” kata Marcell.

“Selain itu, kualitas clutch juga berperan, mengingat friction clutch yang sudah haus dapat membuat mobil tidak kuat di tanjakan. Dan yang paling penting teknik dan tahapan stop and go yang benar perlu dikuasai oleh seorang pengemudi,” ucap Marcell.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X