Mengemudi Jarak Jauh, Enaknya Pakai Mobil Transmisi Matik atau Manual?

Kompas.com - 29/10/2020, 12:41 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menghabiskan libur cuti bersama, yang paling banyak dilakukan masyarakat, yakni berlibur atau pulang ke kampung halaman.

Tetapi, dengan kondisi yang masih pandemi Covid-19 menggunakan kendaraan pribadi menjadi pilihan yang tepat.

Selain dirasa lebih aman, kendaraan pribadi juga bisa lebih fleksibel jika ingin beristirahat atau sekedar membeli makanan.

Saat melakukan perjalanan jarak jauh atau bahkan di kawasan puncak tentunya harus memastikan kendaraan yang nyaman untuk digunakan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Selain kondisi yang prima dan siap digunakan, yang perlu dipertimbangkan adalah kenyamanan saat dikendarai.

Sistem transmisi matik milik Chevrolet Trax.Kompas.com/Alsadad Rudi Sistem transmisi matik milik Chevrolet Trax.

Baik dalam kondisi jalanan macet atau pun di jalur puncak yang kondisinya padat merayap. Agar perjalanan semakin menyenangkan, sebaiknya memilih mobil jenis matik atau manual?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk melakukan perjalanan jarak jauh terlebih di jalan kawasan puncak lebih nyaman menggunakan kendaraan bertransmisi matik.

“Berbicara soal kenyamanan kendaraan saat digunakan untuk liburan jelas mobil matik,” kata Sony kepada Kompas.com, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Sony menambahkan, mobil dengan transmisi otomatis tidak hanya nyaman saat dikendarai jarak jauh.

Tetapi, dalam kondisi jalanan padat dan macet menjadi salah satu keunggulan dari kendaraan roda empat matik.

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Saat mengendarai mobil transmisi otomatis pengendara tidak mudah capai karena tidak perlu ganti-ganti transmisi atau pun menginjak pedal kopling.

“Selain macet tidak capai juga tidak repot (ganti-ganti transmisi). Kalau mobil manual akan memaksa kita untuk mengemudi lebih agresif,” ucapnya.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

Kondisi ini, kata Sony, bisa membuat pengendara mengemudi dengan lebih terburu-buru atau tidak tenang.

“Mengemudikan mobil manual inginnya buru-buru, apalagi kalau sudah terjebak macet, jurus schumakernya keluar akhirnya melanggar aturan,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.