Pajak Nol Persen Ditolak, Mitsubishi Dukung Keputusan Pemerintah

Kompas.com - 21/10/2020, 09:42 WIB
Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKleinMitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dinanti, akhirnya relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru menemui titik terang. Secara tegas, Mentri Keuangan Sri Mulyani resmi menolak usulan stimulus tersebut dengan beragam pertimbangan.

Artinya, upaya untuk merangsang pasar otomotif kembali bergairah jelang akhir tahun kandas, namun setidaknya pernyataan tersebut menjadi sebuah kepastian, baik untuk masyarakat yang sudah menunda pembelian begitu juga untuk agen pemegang merek (APM).

Hal teresebut juga disampaikan oleh President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) Naoya Nakamura, yang mengatakan bakal mendukung apa yang sudah diputuskan pemerintah.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Xpander Cross Rockford Fosgate Black Edition

"Tentu kami mendukung upaya pemerintah, kami berupaya membantu pemerintah dalam masa sulit di pendemi ini. Kami yakin keputusan yang diambil pemerintah dilakukan untuk mendukung perekonomian," ucap Nakamura dalam sesi tanya jawab usai seremoni peluncuran edisi terbatas dari Xpander, Selasa (20/10/2020).

Seperti diketahui, pemangkasan pajak untuk pembelian mobil baru dianggap menjadi salah satu cara untuk mendongkrak penjualan yang turun drastis akibat Covid-19.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Dengan harga mobil yang mendadak bisa jauh lebih berkat stimulus, otomatis akan menimbulkan minat beli masyarakat. Dengan demikian, industri otomotif pun akan kembali bergairah.

Meski akhirnya usulan relaksasi pajak hanya menjadi wacana, namun Nakamura optimis bila pemerintah tidak akan tinggal diam apalagi berdiam diri terhadap kondisi yang dialami industri otomotif saat ini.

"Meski relaksasi pajak tidak dikeluarkan, kami percaya pemerintah akan mengambil langkah lain untuk membantu industri otomotif yang memang terdampak pandemi," ucap Nakamura.

Secara terpisah, sebelumnya Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) Jongkie Sugiarto, juga sudah memberikan pernyataan mengenai batalnya relaksasi pajak nol persen.

Baca juga: Reaksi Gaikindo Soal Penolakan Relaksasi Pajak Nol Persen

Suzuki New Jimny dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suzuki New Jimny dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.

Walau menerima apa yang telah ditetap pemerintah, namun Jongkie memastikan bila dampak dari batalnya relaksasi memiliki konsekuensi perlambatan di sektor otomotif.

"Tetapi kalau usulan tersebut dikarenakan pertimbangan-pertimbangan Pemerintah di tolak, ya tidak apa-apa. Cuma peningkatan angka-angka penjualan kendaraan bermotor juga akan bergerak agak lambat naiknya," kata Jongkie, kepada Kompas.com, Selasa (20/10/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X