Kenali Dua Musuh Utama saat Membeli Mobil Bekas

Kompas.com - 17/10/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencari mobil bekas dengan kondisi baik tergolong gampang-gampang susah dan tentunya butuh keahlian khusus.

Jika Anda tidak memiliki pengalaman, sebaiknya mengajak teman atau orang yang ahli saat membeli mobil bekas.

Pasalnya, dipasaran mobil bekas tersedia beragam jenis mobil, dari yang kondisi bagus sampai yang rusak total. 

Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekasKompas.com/Dio Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekas

Oleh karena itu sebisa mungkin pilihlah mobil yang kondisinya paling baik, tentu disesuaikan dengan dana yang tersedia.

Baca juga: Daihatsu Rocky Sudah Uji Jalan di Indonesia?

Dilema

Biasanya konsumen mobil bekas akan menemui sejumlah dilema. Ada mobil dengan mesin terawat, namun bagian kaki-kaki bermasalah.

Kadang bagian roda dan suspensi dalam kondisi baik, tapi mesin banyak kebocoran.

Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjirKompas.com/Dio Ilustrasi mesin mobil yang terendam banjir

Apre dari bengkel AP Speed di Cipinang Jakarta Timur, mengingatkan konsumen mobil bekas untuk memastikan kondisi mesin dan kaki-kaki mobil yang diincar dalam kondisi normal.

“Dari mesin usahakan tidak ada rembesan, jangan pilih mobil yang banyak sealent-nya,” ujar Apre belum lama ini kepada Kompas.com.

Baca juga: Daihatsu Rocky Sudah Uji Jalan di Indonesia?

Modifikasi

“Hindari mesin mobil yang sudah dimodifikasi, karena kita tidak tahu riwayat mobil itu seperti apa. Lebih baik cari yang masih standar,” lanjut Apre.

Sementara itu, dari sektor kaki-kaki usahakan cari mobil yang kaki-kakinya masih senyap. Khususnya untuk mobil yang berusia 10 tahun ke bawah.

Ilustrasi suspensi mobillowvolumevehicle.co.nz Ilustrasi suspensi mobil

Meski begitu, ia masih mentolerir bunyi-bunyian dari kaki-kaki mobil keluaran tahun 1990-an. Sebab karena usia yang sudah cukup lama, hampir 30 tahunan, wajar kaki-kaki menimbulkan suara.

“Kalau untuk mobil lawas wajar ada bunyi, yang penting setirnya lempeng saja. Tidak banting ke kanan atau ke kiri, itu sudah bagus,” ucap Apre.

Apre menambahkan, biaya perbaikan mesin yang tergolong ringan umumnya lebih murah ketimbang penggantian komponen kaki-kaki.

Namun jika kerusakan mesin terbilang parah, ongkosnya dapat melebihi penggantian seluruh bagian kaki-kaki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X