Kemenperin Dorong Pemanfaatan AI untuk Efisiensi Industri Otomotif

Kompas.com - 16/10/2020, 17:21 WIB
Uni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO. www.theinformationcompany.neUni Eropa menuntut persamaan perlakuan, mengadu ke WTO.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) tengah mendorong industri dalam negeri, untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), terkhusus bagi sektor otomotif.

Hal ini sejalan dengan proses revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi proses manufaktur serta produktivitas industri. Di samping itu, pemanfaatan AI bisa membuka peluang untuk Indonesia ke pasar yang lebih besar.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier mengatakan, penggunaan AI mampu mengurangi beban biaya industri cukup signifikan sehingga menambah nilai kompetitif.

Baca juga: Rossi Positif Covid-19, Jadi Berita Buruk buat Yamaha

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

"AI bisa mengurangi biaya produksi. Kita berharap industri dapat tumbuh lebih ekspansif lagi dan membuka pasar yang lebih besar di luar negeri seperti Australia," katanya dalam webinar 'Prospek Pemulihan Ekonomi Sektor Industri Otomotif Nasional', Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, mekanisme kerja AI akan menggantikan sebagian fungsi manusia atau mesin dalam memproses informasi.

Dengan menghasilkan bahasa mesin, semua data analitik bisa diproses, sehingga pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan mengantisipasi kebutuhan atau permintaan pasar.

Baca juga: Kemenperin Sebut Ada Konsorsium Besar Pabrik Baterai di Indonesia

"Jadi, demand dari pada masyarakat di dunia bisa kita lihat dari tren melalui AI. Karena AI bisa tahu selera konsumen di luar negeri seperti apa," ujar Taufiek.

Sebelumnya, terdapat lima sektor yang menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0 di tanah air, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronik.

"Namun, di tengah pandemi Covid-19, Kemenperin menambah dua sektor lagi sebagai pionir, yakni industri farmasi dan alat alat kesehatan. Langkah ini sebagai komitmen pemerintah untuk memperluas penerapan industri 4.0," tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X