Mengenal Sasis Bus MAN yang Jarang Digunakan oleh Bus AKAP

Kompas.com - 16/10/2020, 14:54 WIB
Bus Pelita Paradep mobilkomersial.comBus Pelita Paradep

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen sasis untu bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Indonesia datang dari berbagai negara. Misalnya seperti Mercedes Benz, Scania, Volvo yang berasal dari Eropa dan Hino, Golden Dragon dari Asia.

Namun ada satu lagi sasis bus dari Eropa yang peredarannya sangat jaran di Indonesia, yaitu sasis MAN dari Jerman. Awal masuk Indonesia pada tahun 2000-an, namun penjualannya tidak begitu baik pada waktu itu.

Kemudian MAN kembali hadir di Indonesia pada tahun 2013, membawa sasis R37 triple axle atau tronton. Keistimewaan dari sasis ini yaitu tenaganya yang sangat besar, 460 TK dan torsi 2.100 NM di 1.000-1.400 rpm.

Baca juga: Fortuner dan Kijang Innova Terbaru Tidak Makan Segmen Lain

Bus AKAP PO Nusantaraawansan.com Bus AKAP PO Nusantara

Setahun kemudian, MAN juga merilis penerus dari sasis tronton R37, yaitu RR4 dengan tenaga yang lebih besar lagi, yaitu 480 TK dan torsi 2.300 Nm di 950-1.400 rpm. Jauh di atas sasis tronton lainnya yang hanya 410-430 TK.

Dua PO bus AKAP yang menggunakan sasis tronton ini yaitu PO Nusantara di Kudus dan PO Pelita Paradep di Medan. Uniknya lagi, kebanyakan sasis MAN R37 dan RR4 ini menggunakan bodi buatan karoseri Nusantara Gemilang.

Anggota Forum Bismania Indonesia, Dimas Raditya mengatakan, ada beberapa hal yang membuat sasis MAN R37 dan RR4 ini tidak laku di pasaran, pertama dari harga, kemudian jaringan, dan terakhir eksistensinya.

Baca juga: Fortuner Facelift Meluncur, Harga Bekasnya Mulai Rp 100 Jutaan

Bus tingkat buatan karoseri Karya Nusantara Gemilang, Kudu, Jawa TengahZulkifli BJ Bus tingkat buatan karoseri Karya Nusantara Gemilang, Kudu, Jawa Tengah

“Setahu saya harga sasis MAN tronton ini lebih mahal dibanding pesaingnya. Kemudian jaringannya yang kurang luas malah bikin kurang diminati,” ucap Dimas kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Untuk harga sasisnya saja, belum termasuk bodinya, PO bus harus merogoh kocek Rp 2 miliar. Hal ini disebabkan teknologi sasis MAN yang diklaim canggih sehingga dibanderol dengan harga yang fantastis.

Selanjutnya yaitu soal eksistensi, merek MAN masih kurang eksis di Indonesia. Dimas mengatakan, Hal ini nantinya akan menyulitkan PO bus untuk mencari suku cadang jika bus mengalami masalah.

Baca juga: Pameran Otomotif Jakarta Auto Week 2020 Batal Terselenggara

Bus Wisata dengan sasis MANhaltebus.com Bus Wisata dengan sasis MAN

“Eksistensi ini maksudnya seperti populasi sasis ini di jalanan, keikutsertaan di pameran-pameran masih kurang, sehingga kurang eksis,” kata Dimas.

Selain dipakai oleh PO Nusantara dan PO Pelita Paradep sebagai bus AKAP, sasis MAN juga dipakai untuk bus tingkat pariwisata di Jakarta. Bodi yang digunakan juga sama, dari karoseri Nusantara Gemilang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X