Sering Ganti Merek Oli Bisa Merusak Mesin, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 11/10/2020, 09:22 WIB
Mekanik sedang mengganti oli Agung KurniawanMekanik sedang mengganti oli
Penulis Ari Purnomo
|

Sebab, saat penggantian oli tidak semua pelumas lama yang bisa keluar tuntas dari ruang mesin.

“Saat penggantian oli tentunya masih ada sisa pelumas lama yang tertinggal di dalam mesin, itu yang menjadikan munculnya sludge,” katanya.

Maka dari itu, Bambang pun menyarankan agar para pemilik kendaraan menggunakan satu jenis oli yang sama sesuai yang direkomendasikan oleh pabrikan. Dengan begitu, kondisi mesin akan lebih tetap terjaga.

Training and Technical Engineer Motul Indonesia Rialdy Fasha juga mengatakan hal yang sama.

Rialdy menjelaskan, setiap oli mesin memiliki grade kualitas yang berbeda-beda dari mineral, yakni semi dan full sintetik.

Sehingga, saat pemilik kendaraan sering ganti-ganti merek oli bisa berdampak buruk bagi kendaraan.

Baca juga: STNK Hilang Tapi Motor Masih Kredit, Begini Cara Mengurusnya

"Salah satunya dapat berpengaruh terhadap performa dan proteksi pada mesin, antara lain bisa kerusakan pada seal, umur mesin yang lebih singkat dan lainnya," ujar Rialdy.

Di samping itu, Rialdy menambahkan, setiap oli memiliki zat aditif yang berbeda-beda, jika terlalu sering diganti dengan merek yang berbeda, maka akan ada sisa pelumas sebelumnya yang bercampur oli baru.

"Jika terus dilakukan seperti itu, maka aditif oli yang terdapat pada mesin bisa terjadi perbedaan unsur senyawa yang mengakibatkan reaksi kimia pada mesin," tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X