Kenali Jenis Sasis Bus Berdasarkan Tinggi Lantainya

Kompas.com - 02/10/2020, 11:22 WIB
Sejumlah penumpang berjalan menaiki salah satu PO tujuan masih dalam provinsi di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (13/5/2020) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah penumpang berjalan menaiki salah satu PO tujuan masih dalam provinsi di Terminal Bus Kota Tegal, Rabu (13/5/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam bus yang beredar di Indonesia bisa dibedakan berdasarkan tinggi lantainya. Pembagiannya yaitu high floor, low entry, dan low floor.

Untuk sasis yang paling banyak beredar di Indonesia yaitu high floor. Sasis high floor ini biasa digunakan untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP). Maksud dari high floor ini memiliki dek yang tinggi sehingga bagian bawah bisa untuk bagasi.

“High floor biasanya untuk pariwisata dan antar kota, karena mereka membutuhkan area untuk bagasi,” kata Prasetyo Adi Yudho, Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Rumor Kijang Innova Baru, Diskon Model Lama Tembus Rp 25 Juta

Varian bus Metrotrans milik Laksana.Ghulam/KompasOtomotif Varian bus Metrotrans milik Laksana.

Adanya bagasi ini sangat cocok untuk menyimpan barang, apalagi untuk perjalanan jauh. Ciri dari sasis high floor ini yaitu ketika masuk ke kabin, penumpang harus naik tangga terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Model selanjutnya yaitu low entry, artinya jalan masuk yang rendah. Pintu masuk yang rendah ini memudahkan penumpang untuk masuk ke kabin, tidak harus naik tangga seperti di sasis high floor.

“Kalau low entry lantainya rendah dari depan ke tengah, dari tengah ke belakang akan meninggi,” ucap Dimas Raditya, anggota Forum Bismania Indonesia kepada Kompas.com.

Baca juga: Beredar Gambar Kijang Innova Terbaru, Ini Kata Toyota

Penyebab hanya bagian depan sampai tengah saja yang rendah karena letak pintunya. Kemudian pada bagian tengah ke belakang, ada komponen penggerak kendaraan yang membuat sasisnya agak naik.

Bus dengan sasis low entry ini biasa dijadikan armada bus dalam kota, misalnya bus Metrotrans milik Transjakarta. Kemudian, sasis low entry ini juga tidak memiliki bagasi di bawahnya, sehingga hanya cocok untuk jarak dekat.

Low floor dan low entryistimewa Low floor dan low entry

Terakhir yaitu low floor, bedanya dari low entry yaitu lantainya yang rendah dari bagian depan ke belakang. Namun fungsinya tidak beda jauh dengan low entry, yaitu sebagai bus dalam kota.

Bagian mesin dan komponen lainnya pada bus low floor disusun secara melintang pada bagian belakang bus. Namun sasis bus dengan low floor ini belum beredar di Indonesia seperti kedua sasis yang sudah disebutkan sebelumnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.