Kompas.com - 29/09/2020, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan infrastruktur jalan layang di perkotaan memang sedang gencar dilakukan. Kadang proses konstruksinya tetap berlangsung seiring jalannya lalu lintas, padahal ini bisa berbahaya.

Buktinya beberapa kasus pengendara motor atau mobil kejatuhan material dari atas, sehingga merugikan korbannya, bahkan ada yang sampai meninggal. Lalu bagaimana cara yang aman agar terhindar dari kecelakaan kerja di area konstruksi?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengendara wajib selalu waspada ketika dekat atau di bawah konstruksi bangunan yang belum rampung.

Baca juga: Sedan Bekas di Bawah Rp 100 Juta Akhir Bulan Ini, Bisa Dapat Camry, BMW atau Mercy

Foto aerial pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, progres pembangunan jalan layang tapal kuda di Lenteng Agung sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Desember 2020.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Foto aerial pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, progres pembangunan jalan layang tapal kuda di Lenteng Agung sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Desember 2020.

“Salah satu metode defensive driving yang bisa diterapkan yaitu mata harus bisa melihat sekeliling dengan jelas, tidak hanya ke depan, belakang, kanan dan kiri, tapi juga atas,” ucap Sony kepada Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Kenapa harus waspada, Sony mengatakan kalau tingkat keamanan kerja yang diterapkan selama ini belum memenuhi syarat keselamatan. Seharusnya jalan ditutup dahulu, ini malah paralel dengan aktivitas lain.

“Kemudian saat ingin melintas, periksa kondisi lingkungan dan perhatikan obyek-obyek yang berpotensi menimbulkan kerugian. Pengemudi bisa menjauh, menghindar atau jangan lengah ketika diantaranya,” kata Sony.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2020, Quartararo Kembali Teratas, Mir Kedua

Sony menambahkan, pengendara harus selalu pikirkan yang terjelek yang dapat terjadi, kemudian pikirkan langkah antisipasinya seperti menghindar atau melintas dengan waspada. Bisa juga cari jalan alternatif yang lebih aman.

“Terakhir yaitu berkendara dengan fokus dan tidak lengah,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.