Memanaskan Mesin Sepeda Motor Harus Digeber-geber?

Kompas.com - 18/09/2020, 14:40 WIB
Emisi yang keluar dari knalpot sepeda motor shutterstockEmisi yang keluar dari knalpot sepeda motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Memanaskan sepeda motor merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan para pengendara tiap pagi hari. Prilaku ini dilakukan dengan membiarkan stasioner dalam jangka waktu tertentu sambil sesekali menggeber gas.

Semakin lama motor didiamkan sebelumnya, maka durasi memanaskan mesin ini juga semakin panjang. Namun dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi pada kendaraan, apakah kebiasaan ini masih perlu dilakukan?

Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan bahwa hal tersebut sebenarnya tak lagi diperlukan karena motor produksi terbaru rata-rata sudah menggunakan mesin injeksi.

Baca juga: Tips Benar Menyalip Kendaraan Lain Pakai Mobil Transmisi Matik

Memanaskan mesin motor injeksi, maksimal 1 menit.about.com Memanaskan mesin motor injeksi, maksimal 1 menit.

"Tapi sesekali silahkan saja karena kebiasaan ini kan tujuannya agar oli yang ada di dalam mesin bisa bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tetapi tidak perlu digeber-geber," katanya kepada Kompas.com.

Pasalnya, hentakan pada gas yang secara tiba-tiba secara konstan akan membuat bahan bakar cepat habis. Di samping itu, bisa berdampak buruk pada mesin motor sendiri.

"Kemudian juga jangan terlalu lama, cukup satu menit saja agar bensin tak terbuang sia-sia. Kemudian komponen lain seperti knalpot juga bisa menjadi panas berlebihan sehingga merusak cat knalpot tersebut," ujar Endro lagi.

Hal serupa juga dinyatakan Kepala Mekanik Bengkel AHASS Murni Pura Mas Depok Syamsuddin yang menyatakan motor injeksi tidak perlu dipanaskan lama-lama.

Baca juga: Etika Naik Motor di Jalan, Jangan Merokok dan Meludah Sembarangan

Ilustrasi knalpot motorStanly/Otomania Ilustrasi knalpot motor

Sebab menurut dia, sistem injeksi merupakan hasil pengembangan teknologi yang berbeda dengan karburator.

Pada sistem injeksi, kebutuhan bahan bakar untuk mesin diatur melalui engine control module (ECM). Berbeda dengan karburator yang masih menggunakan capacitor discharge ignition (CDI).

ECM membuat sirkulasi kerja komponen di dalam mesin sudah langsung berjalan saat mesin dinyalakan, tanpa perlu lagi bantuan gas yang digeber oleh pengendara.

"Jadi gejala brebet ketika kurang panas seperti yang sering dialami motor karburator sangat jarang terjadi. Jadi panaskan seperlunya saja," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X