Jangan Terlalu Lama Mengemudi di Belakang Kendaraan Besar, Berbahaya!

Kompas.com - 13/09/2020, 11:22 WIB
Blind Spot pada truk hampir berada di seluruh bagiannya. IstimewaBlind Spot pada truk hampir berada di seluruh bagiannya.
Penulis Ari Purnomo
|

Menurutnya, cara yang paling aman adalah dengan menjaga jarak cukup jauh agar pandangan lebih luas.

Tetapi, konsekuensinya kecepatan kendaraan lebih lambat tapi hal ini lebih aman dari sisi safety driving.

Pada kesempatan lain, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, berada terlalu lama di belakang kendaraan besar bisa menyebabkan pengemudi mengantuk.

Kondisi ini cukup berbahaya karena pengemudi bisa hilang fokus dan situasi tiba-tiba berubah, sehingga respons yang dilakukan terlambat.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

“Berada di belakang kendaraan besar seperti truk atau pun bus membuat bosan karena kecepatannya rendah dan pandangannya ngeblock (blindspot), sehingga membuat mengantuk,” kata Sony.

Guna mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Sony menyarankan, agar tetap menjaga jarak aman agar pandangan pengemudi lebih luas ke depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semakin besar kendaraan di depan maka semakin jauh jarak jaraknya, lalu cari spot yang aman untuk mendahului. Jika lalu lintas sepi dan marka putus sebaiknya mendahului,” tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X