Konvoi dengan Pengawalan, Tetap Harus Patuhi Rambu Lalu Lintas

Kompas.com - 10/09/2020, 18:20 WIB
Tangkapan layar video rombongan pengendara motor gede (Moge) yang dikawal petugas menerobos lampu lalu lintas di Serpong. Dokumentasi @Tangsel.life/INSTAGRAMTangkapan layar video rombongan pengendara motor gede (Moge) yang dikawal petugas menerobos lampu lalu lintas di Serpong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini viral di media sosial video rombongan motor gede yang diduga menerobos lampu merah dengan pengawalan polisi di simpang German Centre, Serpong, Tangerang Selatan.

Dalam video yang diunggah oleh aku instagram @tangsel.life tersebut, memperlihatkan para pengendara moge yang dikawal tiga petugas kepolisian dengan keadaan patroli.

Dikutip dari megapol, Kasat Lantas Porles Tangerang Selatan AKP Bayu Marfiando membenarkan peristiwa pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh gerombolan pengendara moge tersebut.

Baca juga: Pentingnya Bawa APAR, Cegah Mobil Habis Dilahap Api

Namun, Bayu mengklarifikasi bahwa petugas yang diduga melakukan pengawalan itu bukanlah anggota kepolisan Porles Tangerang Selatan.

Terkait hai ini, Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengungkapkan, fungsi dari pengawalan adalah memberikan keamanan dan kelancaran. Kedua hal tersebut tidak hanya untuk rombongan tetapi juga lingkungan.

“Pengawalan bukan berarti harus memberikan prioritas saja, tapi juga mematuhi rambu-rambu yang berlaku,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Kamis (10/9/2020).

Sebab, menurut Sony yang dikawal juga memiliki kelas berbeda, jadi aparat harus paham positif dan negatifnya dalam menggunakan hak diskresi, itulah tugas berat dr aparat pengawalan.

Baca juga: Tetap Tenang, Ikuti Langkah Berikut Ini saat Mobil Terbakar

“Hak diskresi ini sejatinya digunakan oleh aparat untuk kepentingan yang emergency saja, sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan juga penting memberikan edukasi bagi yang dikawal,” katanya.

Jika mengacu pada video tersebut, Sony menilai pengawalan terlalu memaksakan, tidak aman dan rawan tabrakan.

“Teutama di persimpangan yang merupakan titik temu bermacam-macam kendaraan. Penutupan jalur harus dilakukan secara bekerjasama antara aparat baik yang di motor maupun yang di lapangan. Hal ini tidak mudah karena tidak semua pengendara paham,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X