Pada Truk dan Bus, Ban Depan atau Belakang yang Lebih Cepat Aus?

Kompas.com - 09/09/2020, 19:41 WIB
Polisi menyita Truk Fuso bernomor polisi BM 9221 OU yang digunakan untuk mengirimkan narkotika jenis sabu oleh pengedar narkoba jaringan Sumatera-Jawa. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPolisi menyita Truk Fuso bernomor polisi BM 9221 OU yang digunakan untuk mengirimkan narkotika jenis sabu oleh pengedar narkoba jaringan Sumatera-Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban merupakan komponen vital pada kendaraan. Jika ingin aman dalam menggunakan kendaraan, ban yang sudah botak atau aus segera dilakukan penggantian.

Pada mobil kecil, ban depan lebih cepat aus dibanding yang belakang. Hal ini dikarenakan beban yang ditanggung ban depan lebih berat, seperti untuk pengarah gerak kendaraan, tempat bertumpunya berat mobil saat mengerem, dan lainnya.

Jika dikendaraan kecil seperti itu, lalu bagaimana yang terjadi pada kendaraan niaga yang besar seperti truk atau bus?

Baca juga: Wuling Victory, Penantang Kijang Innova Seharga Low MPV

Bus AKAP SumatraMy Simplicities Bus AKAP Sumatra

Independent Tire Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, ban bagian belakang akan lebih cepat aus daripada depan pada truk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penyebab ban belakang truk lebih cepat aus yaitu beban yang diangkut,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2020).

Beratnya beban yang diangkut pada bagian belakang membuat kerja ban belakang jadi semakin berat. Sehingga ban akan lebih cepat botak dibanding ban depan yang tidak terlalu berat kerjanya.

Baca juga: Diskon Motor Sport 150 cc, Suzuki GSX Series Lebih Murah Rp 2 Juta

Untuk distribusi beban pada truk juga sudah ada aturannya, yaitu 15 persen pada as roda depan dan 85 persen. Belum lagi jika truk itu over dimension over loading (ODOL), distribusi beban di belakang tentunya semakin besar.

“Sedangkan kalau bus, persis seperti mobil kecil, yang habis duluan ban depannya,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, bus memiliki muatan yang ringan, kemudian kecepatan bus juga tinggi-tinggi. Walaupun memilik total berat yang juga besar, laju bus tetap lebih cepat dibandingkan dengan truk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.