Stoner Bilang Quartararo Kencang, tetapi Belum Konsisten

Kompas.com - 09/09/2020, 07:42 WIB
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, saat merayakan podium pertama pada seri MotoGP 2020 Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7/2020) malam WIB. AFP/JAVIER SORIANOPebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, saat merayakan podium pertama pada seri MotoGP 2020 Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7/2020) malam WIB.

MISANO, KOMPAS.com - Casey Stoner lebih terkesan dengan penampilan Francesco Bagnaia ketimbang Fabio Quartararo. Juara dunia dua kali itu menilai El Diablo memang kencang, tetapi belum konsisten.

Alasannya, karena di awal seri Quartararo terlalu hebat di Jerez, tetapi kemudian di seri-seri berikutnya performanya menurun drastis. 

"Pecco benar-benar membuat saya terkesan di Jerez, tetapi kemudian dia mengalami masalah mesin. Fabio kita tahu cepat sejak tahun lalu, dan keluar sebagai senjata muda tahun ini, tetapi di sirkuit (Jerez) di mana dia meraih pole tahun lalu," kata Stoner, mengutip Crash.net, Selasa (8/9/2020).

Baca juga: Penjelasan Brembo Soal Rem Vinales yang Bermasalah di MotoGP Styria

 

Casey Stoner.MOTORSPORT.com Casey Stoner.

"Jadi bagi saya itu hanya menunjukkan bahwa sirkuit itu sangat cocok untuknya. Akan tetapi, kemudian ketika beda sirkuit seperti Austria, dia tidak ada di mana-mana (terlihat di ronbongan depan) sepanjang akhir pekan (balapan)," katanya.

Stoner sudah pensiun jadi pebalap, tetapi juara dunia dua kali itu merupakan legenda di MotoGP. Setiap komentarnya dijadikan acuan bagi banyak orang di dunia balap.

Stoner mengatakan, tanpa Marc Marquez peta persaingan MotoGP musim ini sangat berbeda. Banyak talenta baru bermunculan. Namun, hal itu belum benar-benar terbukti sampai Marc kembali ke arena balap.

Baca juga: Oliviera Yakin Bisa Ulang Sukses di GP Misano

Pebalap Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, tertunduk lesu setelah mesin motornya mengalami kerusakan di MotoGP Andalusia, Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (26/7/2020).MOTOGP Pebalap Pramac Ducati, Francesco Bagnaia, tertunduk lesu setelah mesin motornya mengalami kerusakan di MotoGP Andalusia, Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (26/7/2020).

Hal itu termasuk buat Quartararo. Satu-satunya juara dunia dari Ducati pada era MotoGP modern itu mengatakan, jika ingin meraih gelar maka konsistensi merupakan hal utama.

"Sekali lagi, tanpa pemimpin seperti Marc Anda harus menunjukkan bisa berada di sana secara konsisten, tidak peduli sirkuit dan kondisinya, sangat sulit untuk menilai apa yang dapat dilakukan pebalap muda ini," katanya.

"Saya pikir Fabio akan menjadi jauh lebih baik tahun ini, tetapi Austria cukup mengecewakan. Saya tahu Yamaha sedang kesulitan, tetapi itu masih bukan alasan untuk berlari (performanya turun) sejauh itu," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X