Ini Salah Satu Penyebab Kecelakaan di Tol Cipali

Kompas.com - 08/09/2020, 18:42 WIB
Kecelakaan di Tol Cipali KM 150+300 Majalengka, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020). Kecelakaan tersebut 4 orang meninggal dunia dan 10 luka-luka. IstimewaKecelakaan di Tol Cipali KM 150+300 Majalengka, Jawa Barat, Minggu (23/8/2020). Kecelakaan tersebut 4 orang meninggal dunia dan 10 luka-luka.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ruas Tol Cipali sering menjadi lokasi terjadinya kecelakaan. Mulai dari kecelakaan yang melibatkan kendaraan kecil, sampai yang berukuan besar seperti truk dan bus.

Kecelakaan yang terjadi pun biasanya berupa kecelakaan berat bahkan sampai membuat korban meninggal dunia. Salah satu penyebab kecelakaan di Tol Cipali yaitu pengemudi yang mengalami penurunan kewaspadaan.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengatakan, waktu reaksi manusia normal berkisar satu sampai lima detik, jika pengemudi mengalami penurunan kewaspadaan, waktu reaksinya akan meningkat dan bisa berbahaya.

Baca juga: Viral Video Remaja Tertabrak Truk, Ingat Truk Butuh Jarak Mengerem

Salah rest area yang terdapat di ruas Jalan Tol CipaliKOMPAS.com / DANI PRABOWO Salah rest area yang terdapat di ruas Jalan Tol Cipali

“Faktor yang bisa mengganggu waktu reaksi ini yaitu fatigue atau kelelahan. Pengemudi yang kelelahan akan memiliki waktu reaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan manusia normal,” kata Ahmad kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ahmad mengatakan, Tol Cipali memiliki kondisi jalan yang cenderung lurus dan nyaman, sehingga akan membuat pengemudi terlena. Apalagi ditambah tubuh yang kelelahan, kewaspadaan pengemudi makin berkurang.

Ada dua cara untuk mengurangi faktor kelelahan saat mengemudi di Tol Cipali yaitu memperbaiki rest area dan memanfaatkan tepian jalan tol agar menciptakan situasi yang tidak membosankan saat mengemudi di jalan tol yang monoton.

Baca juga: Pahala Kencana Rilis Bus Super Executive dengan Kursi Pijat

“Memperbaiki rest area bisa dilakukan dengan menambah jumlahnya dan meningkatkan kualitasnya. Buat rest area semenarik mungkin sehingga pengemudi mau masuk,” ucap Ahmad.

Ahmad menambahkan, hal hal yang menjadi daya tarik pengemudi untuk ke rest area yang pertama kapasitas, kemudian fasilitas dan terakhir adalah daya tarik hiburan. Selain memperbaiki rest area, tepian jalan tol juga bisa dimanfaatkan untuk merusak kejenuhan.

“Variasi samping pada jalan tol seperti pepohonan yang berbeda warna ataupun jenis akan dapat mengalihkan pandangan sementara (scanning) pengemudi sehingga tidak jenuh dan monoton,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X