Modifikasi Suspensi Bus dari Per Daun ke Suspensi Udara

Kompas.com - 07/09/2020, 13:21 WIB
Sasis bus Hino R260 tribunnews.comSasis bus Hino R260

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus yang beredar di Indonesia memiliki dua jenis suspensi yang digunakan. Pertama yaitu dengan per daun, kemudian yang lebih canggih yaitu memakai suspensi udara atau air suspension.

Adanya suspensi udara membuat rasa berkendara jadi lebih nyaman, selain itu juga lebih senyap dibanding per daun. Per daun akan mengeluarkan suara ketika bus berjalan melewati jalan yang bergelombang.

Namun harga sasis bus yang menggunakan suspensi udara memang lebih mahal dibanding per daun. Oleh karena itu ada operator yang memilih untuk membeli sasis dengan per daun, kemudian diubah suspensinya menjadi suspensi udara.

Baca juga: Saingi New Yaris, Honda Jazz Facelift Pakai Mesin Baru dan Sunroof?

Sasis bus narrowDuniaotomotifmodifikasi Sasis bus narrow

Salah satu sasis yang menjadi favorit untuk diubah menjadi suspensi udara yaitu Hino RK8 R260. Lalu apakah aman untuk melakukan ubahan sistem suspensi ini?

Deputy GM Product Division Hino Motors Sales Indonesia, Prasetyo Adi Yudho mengatakan, modifikasi suspensi udara dari per daun ini harus memerhatikan segi keamanan dan daya tahannya.

“Kalau modifikasi suspensi udara secara teknis memang bisa, tetapi harus ada perhitungan mengenai kemampuan dari as roda dan sasisnya. Perubahan suspensi berpengaruh dari kekuatan saat rolling dan stabilitas kendaraan,” kata Prasetyo kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Pemula Belajar Mobil, Lebih Baik Pakai Transmisi Matik atau Manual?

Prasetyo menambahkan, sampai saat ini, ubahan suspensi menjadi suspensi udara masih aman untuk dilakukan dan digunakan. Namun masih belum terbukti untuk kekuatannya, apakah bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama atau tidak.

Adanya modifikasi dari per daun menjadi suspensi udara memang akibat dari permintaan pasar. Masyarakat sudah mengetahui bagaimana kenyamanan dari bus yang memiliki suspensi udara dibanding per daun.

“Kami melihat kalau pasar membutuhkan kendaraan yang nyaman namun terjangkau dalam sisi ekonomisnya, jadi banyak yang melakukan penggantian suspensi udara,” ucap Prasetyo.

Namun ada kerugian yang didapatkan jika memodifikasi sasis dengan mengganti suspensi udara, yaitu garansi akan hangus. Prasetyo mengatakan kalau sudah modifikasi, sudah pasti tidak ada garansi dari pabrikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X