Masalah Truk ODOL, Baru 40 Persen Wilayah Bisa Uji KIR Elektronik

Kompas.com - 01/09/2020, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum lama ini mengumumkan bahwa Uji KIR Elektronik atau Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE) sudah diluncurkan. Meski begitu belum semua Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) bisa melakukan hal ini.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, mengatakan, saat ini baru sekitar 40 persen UPPKB di seluruh Indonesia yang dilengkapi Uji KIR Elektronik atau BLUE.

Menurutnya, masih banyak daerah yang belum memenuhi syarat untuk melakukan Uji KIR Elektronik.

Baca juga: Toyota Mulai Pasarkan Yaris Cross, Harga Rp 250 Jutaan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memberikan keterangan pers terkait Uji KIR Elektronik atau BLUE yang dipalsukan di Singosari, Malang.Kemenhub Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memberikan keterangan pers terkait Uji KIR Elektronik atau BLUE yang dipalsukan di Singosari, Malang.

“Untuk yang sudah menggunakan BLUE sudah 199 Dishub Kabupaten/Kota yang sekarang dari sekitar 500, jadi baru sekitar 40 persen yang menggunakan BLUE,” ujar Budi, dalam konferensi virtual (31/8/2020).

Budi juga mengatakan, ada beberapa alasan yang menyebabkan masih banyaknya daerah yang belum bisa menerapkan Uji KIR Elektronik.

Antara lain, karena faktor ketersediaan alat sampai kurangnya kualifikasi dari personel yang tersedia. Faktor ini membuat izin dari Kemenhub belum turun untuk dilaksanakan uji berkala di daerah tersebut.

Baca juga: Jadi Tulang Punggung Penjualan, KIA Berencana Rakit Lokal Seltos

 

Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.jatengprov.go.id Ilustrasi uji KIR di wilayah Jawa Tengah yang menerapkan protokol kesehatan.

Walau demikian, Kemenhub menargetkan semua UPPKB di Indonesia bisa melakukan Uji KIR Elektronik pada 2021. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran truk ODOL (over dimension over load) di jalan.

“Kewajiban saya di 2021, semua jembatan timbang, terminal, Dishub, termasuk kepolisian akan kita bantu dengan alat ini,” ucap Budi.

“Sehingga nanti bisa membawa bahwa di dalam kartu ada chip-nya, masalah identitas kendaraan. Jadi kalau yang palsu dengan dibaca menggunakan ini, (identitas kendaraan) enggak keluar,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.