SIM Bukan Hak, tapi Bukti Kompetensi

Kompas.com - 26/08/2020, 17:41 WIB
pengemudi truk gridoto.compengemudi truk

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu penyebab dari kecelakaan yang melibatkan bus atau truk di jalanan yaitu dari kesalahan manusia. Padahal, pengemudi pastinya sudah memiliki Surat Izin Mengemudi ( SIM), namun masih saja ada kecelakaan di jalan raya.

Sekretaris Jenderal Paguyuban Pengemudi – Pengusaha Mitra Polri (P3MP), Elias C. Medellu mengatakan, ada kesalahan paradigma di masyarakat yang mengartikan bahwa SIM merupakan hak.

“SIM bukanlah hak, melainkan bukti kompetensi. Kami mengharapkan instansi seperti Polri atau Korlantas meningkatkan pengawasan mulai dari pemberian SIM,” ucap Elias kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Toyota Recall Lagi Innova dan Fortuner, Kali Ini Terkait Selang Rem

Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, berdialog dengan pengemudi bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) saat melakukan ramp check menjelang Lebaran 2018.Dok. Dit Pembinaan Keselamatan Kemenhub Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, berdialog dengan pengemudi bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) saat melakukan ramp check menjelang Lebaran 2018.

Jika ingin mendapatkan SIM, seharusnya pengemudi sudah memiliki kompetensi yang baik. Karena masih ada saja pemilik SIM yang kurang kompeten maupun SIM palsu sehingga bisa membahayakan di jalan raya.

“Ada pekerjaan besar untuk membina mereka yang sudah memiliki SIM untuk mendukung peningkatan keselamatan di jalan raya melalui program pendidikan dan pelatihan yang diadakan bersama instansi terkait,” kata Elias.

Baca juga: Ingat, Masa Berlaku SIM Kini Bukan Berdasarkan Tanggal Lahir Lagi

Elias juga mengatakan, dari sisi penindakan, pihak Polri sedang menyiapkan data base yang berfungsi untuk mendata pengemudi dan catatan pelanggarannya. Nantinya, catatan pelanggaran akan berpengaruh pada status SIM miliknya.

“Nantinya Polri akan mengambil tindakan apakah harus menguji ulang, bahkan dicabut sementara atau permanen. Harapannya, ini akan membuat pengemudi tidak berani melanggar,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X