Lampu Kelap-kelip di Bus Bisa Membahayakan Pengguna Jalan Lain?

Kompas.com - 01/08/2020, 14:22 WIB
Bus AKAP lampu variasi youtubeBus AKAP lampu variasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Modifikasi lampu variasi pada seluruh sisi bus saat ini sedang menjadi tren. Mulai bagian depan dengan lampu warna-warni, sisi samping pakai lampu neon dan belakang dengan LED strip yang berfungsi bersamaan dengan lampu sein.

Adanya lampu variasi ini memang bisa menjadi hiburan, namun bisa juga membahayakan bagi orang lain. Pengemudi lain yang memerhatikan bus dengan kelap-kelip lampunya di jalan, bisa terganggu konsentrasinya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, adanya lampu kelap-kelip di bus memang bisa menghibur, tetapi kalau terus-menerus malah jadi mengganggu.

Baca juga: Rush Diklaim Banyak Terjual pada Pameran Virtual Toyota

Bus AKAPJalur Bus Bus AKAP

“Lampu yang menyala kedap-kedip mengganggu pandangan atau bahkan menghipnotis pengemudi di belakangnya, sehingga tidak fokus, terutama di malam hari,” ucap Sony kepada Kompas.com, Sabtu (1/8/2020).

Sony menambahkan, sedikit atau banyaknya lampu yang tidak penting, akan membuat orang melihat dan berfikir, apa maksud dari cahaya tersebut. Khawatir kendaraan lain malah salah mengartikan apa maksud dari lampu yang ada di bus.

Memang lampu variasi ini hanya dinyalakan saat bus berada di terminal atau sedang berhenti, tujuannya untuk menarik perhatian penumpang.

Lampu variasi yang biasanya menyala saat berjalan yaitu yang ada di bagian kisi-kisi belakang, fungsinya mengikuti lampu sein.

Baca juga: Peluncuran Layanan Bus Komuter Baru dari Bogor ke Jakarta

“Kalau berhenti dan di area parkir, boleh saja dinyalakan, yang tidak boleh dinyalakan yaitu saat berjalan. Untuk yang bagian belakang, boleh saja ditambah variasi, selama tidak berlebihan dan satu warna arah dan tempatnya tepat,” kata Sony.

Sony menjelaskan, syarat yang aman untuk lampu tambahan belakang yaitu terangknya menyesuaikan dan tidak menyilaukan. Kemudian porsi lampunya tidak terlalu besar atau menumpuk dan memiliki satu warna.

“Tujuannya harus jelas, untuk berkomunikasi. Paling penting, lampu variasi tidak mengganggu pengemudi lain dan melanggar aturan,” kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X