Alasan Kenapa Setelah Ganti Ban, Mobil Wajib di Balancing

Kompas.com - 01/08/2020, 13:41 WIB
Salah satu permainan menarik yang ada di Jambore Toyota, mengganti ban. Agung KurniawanSalah satu permainan menarik yang ada di Jambore Toyota, mengganti ban.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengganti ban mobil tidak hanya sebatas mencopot dan memasang ban yang baru.  Penggantian ban ini juga membutuhkan balancing agar mobil tetap nyaman saat dikendarai.

On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, saat melakukan penggantian ban atau pun pelek, harus diikuti dengan proses berikutnya, yakni balancing roda.

Balancing ini fungsinya adalah untuk kesetimbangan antara ban dan pelek,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ban Depan Mobil Lebih Cepat Aus, Mitos atau Fakta?

Zulpata menambahkan, penyeimbangan ini tidak hanya dilakukan saat mobil mengganti ban baru saja. Tetapi, ketika menggantinya dengan ban bekas pun balancing tetap perlu dilakukan.

Ilustrasi proses spooring ban mobilliveabout.com Ilustrasi proses spooring ban mobil

“Bahkan saat melakukan penggantian menggunakan ban bekas pun juga tetap perlu dilakukan balancing,” ucapnya.

Zulpata menjelaskan, saat pelek atau pun bannya diganti dengan yang baru belum tentu bagian kaki-kaki bisa langsung setimbang.

Sehingga perlu dilakukan balancing agar bagian kaki-kaki ini bisa kembali seimbang saat menggunakan ban baru.

“Kalau tidak dibalancing akan tidak seimbang, pasti akan terjadi getaran atau vibrasi pada kecepatan 60 km/jam ke atas tergantung kendaraannya, bisa mulai 60 km/jam, 70 km/jam dan seterusnya,” tuturnya.

Baca juga: Ini Efek jika Ban Kelebihan atau Kekurangan Tekanan Udara

Efek lainnya, Zulpata menambahkan, jika hal ini tetap dibiarkan adalah bisa menyebabkan setir atau kemudi bergetar ke kiri atau pun ke kanan.

“Atau yang biasa disebut tire shimmy lama-kelamaan akan menyebabkan keausan pada ban yang semakin parah pada bagian telapaknya,” ucapnya.

Dalam kondisi tersebut, kendaraan akan terasa tidak nyaman saat dikendarai. Tidak hanya itu saja, jika dikendarai dengan kecepatan tinggi padahal setir bergetar ke kiri atau ke kanan juga bisa berbahaya.

“Tidak nyaman dan cukup bahaya, kecuali jalannya pelan baget. Makanya wajib dilakukan balancing, karena gunanya balancing untuk kesetimbangan ban dan pelek,” kata Zulpata.

Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Kmbavarianautotechnik.com Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Km

Terpisah, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, melakukan balancing setelah ganti ban atau pelek memang harus dilakukan.

Baca juga: Mudik Idul Adha, Jangan Lupa Cek Tekanan Udara Ban Mobil

Hal ini dikarenakan adanya pemasangan ban atau pun pelek baru itu akan menyebabkan kesetimbangan kaki-kaki juga berubah.

“Balancing wajib saat ganti ban, karena sebelum ganti ban balancenya bagus, maka saat ganti ban maka balancenya akan berubah,” katanya.

Maka dari itu, harus dilakukan penyesuaian kesetimbangan lagi agar mobil nyaman saat dikendarai dan tidak berbahaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.