Libur Panjang, Jumlah Penumpang Bus AKAP Diprediksi Tetap Landai

Kompas.com - 30/07/2020, 18:11 WIB
Tol Layang Jakarta-Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski libur panjang Idul Adha diprediksi menjadi momen bagi masyarakat untuk mudik ke kampung halaman, namun dari segi jumlah penumpang di sektor bus antarkota antarprovinsi (AKAP) diprediksi tak akan mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat ( Organda) DKI Jakarta Safruhan Sinungan mengatakan, hingga saat ini masyarakat masih lebih memilih ke luar kota dengan kendaraan pribadi, terutama mobil, dibandingkan menggunakan moda transportasi umum.

"Untuk bus AKAP ini, kalau dilihat dari trennya tetap tidak ramai. Saya prediksi masyarakat justru lebih pilih pakai kendaraan sendiri, baik itu mobilnya sendiri atau menyewa di rental-rental," kata Safruhan kepada Kompas.com, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Mudik Idul Adha, Penumpang Bus Banyak Beli Tiket Dadakan

Safruhan menjelaskan meski saat ini sudah tak ada lagi kewajiban Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM) Jakarta, namun tetap ada kecenderungan masyarakat khawatir memilih berpergian dengan transportasi umum termasuk layanan bus AKAP.

Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).

Dengan demikian, sebenarnya penghapusan SIKM sendiri tak berdampak banyak untuk mendongkrak minat masyarakat kembali menggunakan saranan transportasi.

Padahal di antara layanan angkutan umum, boleh dibilang bus AKAP yang palig luwes, atau tak banyak syarat seperti di kereta api atau pesawat.

"Sebenarnya sih manusiawi dan logis, karena ada yang khawatir pakai transportasi umum jadi pilih mobil sendiri. Belum lagi dengan menggunakan mobil sendiri, masyarakat lebih bebas berpergiannya, artinya kalau mereka masuk ke zona merah pun tidak akan ribet seperti naik transportasi umum," ucap Safruhan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kunjungan Dirlantas Polda Metro Jaya bersama jajaran Dinas Perhubungan dan Satpol PP DKI Jakarta ke Terminal Terpadu Pulogebang, Terminal Kp. Rambutan, Stasiun Juanda dan Stasiun Gambir dalam rangka pengecekan dan sosialisasi kepada penumpang yang akan melakukan perjalanan menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah besok. (30/07/20) Didampingi oleh Kasudinhub Jakarta Timur, Kabid Dalops, dan Kepala UP Terminal Terpadu Pulogebang dan Kepala UP Terminal Kp. Rambutan penumpang yang akan berangkat diingatkan untuk memperhatikan protokol kesehatan 3M agar perjalanan aman dan menyenangkan bebas dari Virus Corona. @sudinhub_jaktim @terminalterpadupulogebang @terminal_kp.rambutan @kai121_ @satpolpp.dki #dishubdkijakarta #mudik Foto Dokumentasi Tim Humas dan Media Dishub

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta) on Jul 30, 2020 at 1:41am PDT

Baca juga: Tak Ada Larangan Mudik, Kemenhub Antisipasi Libur Idul Adha

"Bila melihat sebenarnya antara saat PSBB ketat dan mulai longgar sekarang ini dari segi penumpang juga tidak banyak alami peningkatan. Alasannya karena masyarakat memang lebih banyak pakai kendaraan pribadi, contoh di Jakarta, motornya itu kan juga saat ini makin banyak," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X