Kemenperin Kawal Langsung Uji Coba Bahan Bakar D-100 di Kijang Innova

Kompas.com - 18/07/2020, 15:42 WIB
Ilustrasi minyak sawit. SHUTTERSTOCK/Nirapai BoonphengIlustrasi minyak sawit.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI dan Pertamina baru saja melakukan uji coba bahan bakar green diesel 100 persen atau D-100. Uji coba bahan bakar ramah lingkungan ini dilakukan menggunakan Toyota Kijang Innova diesel di Dumai, Riau.

Bahan bakar diesel D-100 merupakan BBM pertama di Indonesia yang terbuat dari 100 persen bahan nabati minyak kelapa sawit.

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberhasilan pengembangan produk bahan bakar green diesel tersebut.

Baca juga: Pajero Sport Edisi Mewah Menyapa Fortuner Legender

Pertamina tes jalan D-100 Pertamina Pertamina tes jalan D-100

“Ketika saya melakukan kunjungan kerja ke DHDT Refinery Unit (RU) II milik Pertamina di Dumai, saya bersama Bu Dirut menaiki mobil yang sudah diuji dengan bahan bakar D-100,” ucap Agus, dalam keterangan tertulis (18/7/2020).

“Dan hasilnya suara mesin halus, ini sekaligus sosialisasi hasil uji coba pengolahan RBDPO 100 persen,” katanya.

Agus menambahkan, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengawal implementasi program bahan bakar nabati (BBN).

Baca juga: Ini Jenis Pelanggaran yang Diincar Polisi Saat Operasi Patuh Jaya 2020

Indonesia telah mampu menghasilkan solar campuran nabati atau green diesel dengan kualitas lebih baik. Saat ini Pertamina menghasilkan 12 ribu barel per hari dengan campuran 12,5 persen minyak sawit. Dok. Kemenristekdikti Indonesia telah mampu menghasilkan solar campuran nabati atau green diesel dengan kualitas lebih baik. Saat ini Pertamina menghasilkan 12 ribu barel per hari dengan campuran 12,5 persen minyak sawit.

Dengan tujuan mengoptimalkan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, khususnya kelapa sawit, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Agus turut mengapresiasi kepada tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah pimpinan Prof. Dr. Soebagjo, yang telah bekerja sama dengan Pertamina melakukan rekayasa co-processing minyak sawit.

Lahirnya bahan bakar green diesel 100 persen turut membuat Indonesia menjadi salah satu referensi teknologi produksi biofuel di dunia.

Baca juga: Pilihan Mobil Sejuta Umat Harga Rp 200 Jutaan

Tim pengolahan RBDPO di Kilang Refinery Unit ll Dumai (Dok. Pertamina) Tim pengolahan RBDPO di Kilang Refinery Unit ll Dumai (Dok. Pertamina)

“Indonesia akan mengurangi impor BBM dan menggantinya dengan bahan bakar hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucap Agus.

Untuk diketahui, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) adalah minyak yang 100 persen merupakan olahan sawit atau CPO, yang telah diproses lebih lanjut sehingga getah dan baunya hilang.

Sebagai tahapan awal, PT Pertamina saat ini mampu menghasilkan RBDPO 100 persen hingga 1.000 barel per hari di fasilitas existing kilang Dumai.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X