Virus Corona Menyebar di Udara, Mengemudikan Mobil Wajib Pakai Masker?

Kompas.com - 13/07/2020, 12:02 WIB
Penumpang menaiki taksi daring yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPenumpang menaiki taksi daring yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6/2020). Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru.
|

JAKARTA, KOMPAS.comMasker telah menjadi salah satu aksesori wajib yang digunakan saat beraktivitas pada masa pandemi. Alat ini dianggap bisa menghalau penyebaran Covid-19, tak terkecuali saat berkendara.

Tak hanya saat naik sepeda motor, bagi Anda yang mengendarai mobil ternyata juga harus menggunakan masker agar tidak tertular virus corona.

Dr Andi Khomeini, Chairman Junior Doctors Network Indonesia, mengatakan, masker bisa mengurangi risiko penularan Covid-19 saat berada di dalam ruangan, termasuk di mobil.

Baca juga: Daftar Mobil Lawas yang Bisa Dijadikan Investasi

petugas melakukan pemeriksaan pengemudi mobil yang hendak mudik di wilayah perbatasan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. ari purnomo petugas melakukan pemeriksaan pengemudi mobil yang hendak mudik di wilayah perbatasan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Apalagi bagi Anda yang pernah mengemudikan mobil bersama orang lain, termasuk anggota keluarga atau teman dekat kita. Bukan tak mungkin ada droplet yang menempel di interior.

“Droplet itu keluar saat kita berbicara, makanya bagian interior mobil yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi sumber penularan virus,” ucap pria yang disapa Koko, dalam konferensi virtual belum lama ini.

Ada beberapa bagian yang berpotensi jadi tempat menempelnya droplet, seperti di setir, dasbor, door trim, handle pintu, jok mobil, hingga karpet.

Baca juga: Motor Bebek 2 Tak Bekas yang Harganya Semakin Mahal

ac mobilKompas.com/Fathan Radityasani ac mobil

“Jika sudah menempel sangat mungkin menularkan virus ke orang lain. Apalagi saat AC menyala, virus hanya berputar di interior saja,” ujar Koko.

Oleh sebab itu, selain membersihkan interior, Koko juga menyarankan untuk menjaga sirkulasi udara tetap berputar. Misal dengan sesekali membuka jendela mobil.

“Bukan berarti di dalam mobil aman tidak pakai masker. Bisa saja penularan dari droplet orang lain yang pernah ikut di mobil kita,” katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X