Ini Penyebab Alarm Tak Bunyi saat Kaca Mobil Dipecah

Kompas.com - 11/07/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi pencurian mobil. SHUTTERSTOCKIlustrasi pencurian mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Alarm merupakan salah satu perangkat keamanan penting di mobil, untuk menekan potensi kerugian akibat tindak kejahatan berupa pencurian kendaraan bermotor.

Suara alarm yang kencang lengkap dengan lampu sein berkedip saat mobil menerima getaran, tentu akan menarik perhatian masyarakat sekitar sebagai salah satu tanda peringatan.

Tapi pada beberapa kasus, alarm mobil tidak berfungsi secara baik saat bagian tertentu dibobol, seperti kaca. Alhasil, pihak tak bertanggung jawab berhasil melakukan aksi kejahatannya.

Baca juga: Teknologi Immobilizer Bisa Dipasang di Kunci Mobil Model Lawas?

Ilustrasi Pencurian Mobil Ilustrasi Pencurian Mobil

Menanggapi hal tersebut, Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi, mengatakan bahwa sekiranya ada beberapa penyebab alarm mobil tidak berfungsi secara optimal.

"Pertama, bisa jadi baterai-nya sudah lemah atau habis sehingga respons yang dikeluarkan mobil hanya kedipan lampu saja. Atau bisa jadi karena memang mobil tak memiliki shock sensor," katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Instalasi atau pemasangan alarm tiap mobil, lanjut Didi, berbeda-beda. Ada yang hanya dipasangkan di pintu saja, disertai shock sensor, sampai mendeteksi segala pergerakkan gelombang elektromagnetik.

"Misalkan ada orang di dalam mobil, kaca tidak ditutup rapat, dan lainnya, dia (alarm) aktif. Itu sudah pakai yang elektromagnetik. Jadi harus dilihat dulu instalasi alarmnya di mana saja," ucap Didi.

Baca juga: Pahami Fungsi Snorkel pada Kendaraan Off Road

ilustrasi parkir mobil pararelwww.rgj.com ilustrasi parkir mobil pararel

"Kemudian bisa juga karena sensitifitas untuk shock sensornya rendah, karena bagian tersebut bisa diadjust. Mungkin karena tidak ingin mengganggu karena terlalu sensitif, sang pemilik merendahkannya," kata dia lagi.

Terakhir, bisa jadi dikarenakan dudukkan karet yang dekat bagian sensor (pintu, bagasi, atau kap mesin) sudah getas atau kering.

"Jadi switch-nya itu tidak tertekan, membuat alarm on-off terus menerus sampai error. Banyak lagi sebenarnya penyebab tidak berbunyi, harus di cek lebih jauh. Maka, kalau memang ada komponen yang dirasa tak berkerja optimal, langsung hubungi diler," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X