Ban Belakang Bus atau Truk Pecah, Apa Masih Bisa Dipakai Jalan?

Kompas.com - 07/07/2020, 18:41 WIB
ban belakang bus widodogrohoban belakang bus

JAKARTA, KOMPAS.com – Ban bagian belakang pada bus atau truk biasanya terdiri dari dua ban atau ganda. Hal ini perlu dilakukan karena beban yang dibawa pada bagian belakang bus dan truk lebih berat daripada bagian depan.

Jika hanya menggunakan ban tunggal seperti di depan, ban akan lebih cepat aus karena kurang kuat menahan beban yang berat. Sedangkan pada bagian depan memakai ban tunggal karena lebih ringan bebannya dan bertugas untuk mengarahkan kendaraan.

Lalu kalau salah satu dari ban ganda pecah atau kempis, apakah kendaraan masih bisa berjalan?

Baca juga: Tantang Fortuner Legender, Mitsubishi Rilis Pajero Sport Elite

ban belakang busyudha.blogspot ban belakang bus

Independent Tyre Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, selama beban muatan masih dalam batas load index sebuah ban, berarti masih bisa digunakan, namun ada efek sampingnya.

“Jadi jika satu ban pecah, masih mampu berjalan, tapi pasti jadi tidak seimbang dan kendaraan bisa oleng,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Jadi kalau kendaraan menggunakan enam ban dengan load index masing-masing 3.000 kg, artinya ban mampu menahan beban sampai 18.000 kg. Jika satu ban pecah, selama bebannya tidak melebihi, masih bisa digunakan.

Baca juga: Dimensi Lebih Besar dan Mesin Baru, Begini Wujud Honda HR-V 2021

“Selain itu, kalau masih dalam satu kota, masih aman dibawa jalan selama kecepatannya rendah,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, salah satu bahaya yang paling menonjol saat ban pecah satu yaitu ketika direm. Pengereman jadi tidak seimbang karena ban picang atau tidak berjumlah sebagaimana mestinya.

“Kalau kecepatan tinggi lalu direm mendadak, pasti daya cengkramnya kurang dan menjadi limbung,” kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X