Kemenhub Mau Perluas Sistem Beli Layanan Transportasi Darat di Daerah

Kompas.com - 06/07/2020, 09:22 WIB
Penumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPenumpang turun dari bus Transjakarta di Halte Budaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (17/3/2020). PT Transjakarta akan menambah rute perjalanan menjadi 123 rute dan menambah jam operasional, hal ini untuk mengurangi antrean panjang yang terjadi di beberapa halte pada Senin (16/3/2020) kemarin.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan hanya Palembang dan Solo, guna memenuhi kebutuhan transportasi umum darat, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mau menerapkan layanan dengan konsep Buy The Service ke beberapa kota lain di Indonesia.

Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Kemehub, mengatakan, perluasan sistem pembelian layanan pada transportasi di daerah untuk tahun akan meliputi beberapa kota lain.

"Sekarang yang sudah Solo dan Pelembang, bulan-bulan ke depan kita akan lanjut ke Medan, Denpasar dan Yogyakarta," ucap pria yang akrab disapa Yani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/7/2020).

Baca juga: Diambil Alih Pemerintah Pusat, Terminal Bus Bakal Punya Mal dan Hotel

"Pada 2021 nanti akan kami lanjutkan ke beberapa kota lain, ada Bandung, Surabaya, Banjarmasin, serta beberapa kota lainnya," kata dia.

Pengadaan layanan skema membeli layanan untuk transportasi di daerah, menurut Yani setidaknya menelan anggaran sebesar Rp 250 miliar. Prosesnya dengan membeli layanan kepada operator melalui sistem lelang berbasis standar pelayanan minimal (SPM).

Karena itu, diharapkan penerapannya bisa benar-benar profesional dan tepat sasaran. Sementara untuk menjamin SPM, akan ada sistem monitoring yang akan dilakukan mencangkup pengelohaan keuangan, pemeliharaan, sampai operasionalnya.

Melalui sistem tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan sarana transportasi yang andal, ekonomis, nyaman, dan mudah.

Selain itu, melalui proses pembelian layanan, maka pihak operator hanya fokus untuk memberikan operasional yang baik karena sopir tak lagi harus mengejar setoran.

Baca juga: Imbas Pandemi, Bus Pariwisata Disulap Jadi Kedai Kopi Berjalan

Layanan Teman Bus dengan basis Buy The Service resmi beroperasi di SoloKemenub Layanan Teman Bus dengan basis Buy The Service resmi beroperasi di Solo

"Meski masih pandemi, namun kami harap bisa berjalan sesuai yang sudah direncanakan. Ini menjadi upaya untuk menyediakan sarana transportasi yang baik untuk masyarakat, terutama di daerah," kata Yani.

Yani menjelaskan adanya langkah ini diharapkan bisa didukung oleh pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan fasilitas pendukung. Mulai dari terminal, shelter bus, juga lainnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X