Honda: Budaya Beli Motor Baru Via Online Masih Butuh Waktu

Kompas.com - 02/07/2020, 10:22 WIB
Honda CBR250RR hanya dijual di 135 diler Honda di Indonesia. KompasOtomotif-Donny AprilianandaHonda CBR250RR hanya dijual di 135 diler Honda di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia bergeser dari analog ke serba digital. Tren ke arah online pun digadang bakal melingkupi bisnis industri otomotif, termasuk di dalamnya ialah jual beli sepeda motor baru.

Meski demikian, Wakil Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman, mengatakan, digitalisasi di Indonesia masih sebatas membantu konsumen mencari informasi produk dan program.

"Kalau penjualan sepeda motor online saya kira belum, masih butuh waktu karena kan butuh finance company, surat-surat dan sebagainya, tapi digitalisasi akan membantu orang mencari informasi atau mempersingkat proses di dalam pembelian," kata Loman saat webinar belum lama ini.

Aplikasi gadget Wahana Honda Smart Community.Wahana Makmur Sejati (WMS) Aplikasi gadget Wahana Honda Smart Community.

Baca juga: Simak 2 Varian Honda CT125 Edisi Khusus

Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, mengatakan, sejauh ini mayoritas transaksi jual beli tetap berlangsung tatap muka. Entah konsumen yang mendatangi diler atau sales yang jemput bola mencari konsumen.

"Sejauh ini secara transaksi mereka tetap mendatangi jaringan kami," katanya.

Adapun digitaliasi kata Thomas, dari pihak AHM digunakan lebih kepada menjangkau konsumen yang massif. Menanamkan kesadaran merek serta memperkenalkan keunggulan produk baru atau program tertentu.

Baca juga: Pandemi Memaksa Penguasa Pasar Motor Nasional Revisi Target 2020

Diler Wahana Honda Foto: Istimewa Diler Wahana Honda

" Digital itu menjadi sumber informasi konsumen, di sisi lain kami jadi tahu sasaran kami yang bisa kali up jadi penjualan. Secara data dari survei, konsumen yang mencari produk lewat digital memang meningkat signifikan kondisinya," katanya.

Soal apakah pembelian online motor baru bakal menjadi tren dan meningkat di kemudian hari, Thomas menjawab semua masih dipelajari, tapi ada kemungkinan beberapa segmen ke arah sana.

"Ada peluang jadi tren (pembelian online), terutama di segmen kota besar atau pun di segmen anak muda. Kita masih menganalisa di area mana, tapi kita lihat ini akan bertumbuh di kemudian hari," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X