Jangan Dipantengin, Mobil Matik Harus Pindah Gigi Rendah saat Menanjak

Kompas.com - 21/06/2020, 16:21 WIB
Honda BR-V saat dipakai melewati jalur menanjak di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah kompas.comHonda BR-V saat dipakai melewati jalur menanjak di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah
|

JAKARTA, KOMPAS.comMobil matik terkenal mudah dan praktis untuk dikendarai. Namun bukan berarti pengguna mobil matik bisa mengendarai dengan asal-asalan. Khususnya saat melewati jalur menanjak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Salah satunya posisi gigi saat menanjak, yang harus diatur sesuai kebutuhan. Pasalnya masih banyak pengguna mobil matik yang enggan memindahkan posisi gigi dari ‘D’ saat melaju di berbagai kondisi jalan.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, mobil matik berisiko gagal nanjak saat transmisi matik memindahkan gigi ke rasio yang lebih berat.

Baca juga: Begini Kira-kira Wajah Kijang Innova Terbaru

Jalan menanjak dan rusak.Agung Kurniawan Jalan menanjak dan rusak.

Hal ini sebetulnya bisa dihindari dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘L’ atau ‘D1’ sebelum menanjak.

“Saat melewati tanjakan curam jangan biarkan tuas transmisi di posisi ‘D’,” ujar Hermas, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

“Karena perpindahan gigi yang dilakukan secara otomatis malah melemahkan kemampuan menanjaknya. Padahal mobil matik bisa dengan mudah melewati tanjakan curam,” katanya.

Baca juga: Honda Luncurkan CR-V Black Edition, Simak Daftar Harganya

Tuas transmisi otomatik.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tuas transmisi otomatik.

Menurut Hermas, saat tuas transmisi berada di posisi ‘D’, perpindahan gigi akan dilakukan secara otomatis saat putaran mesin telah mencapai torsi optimal dan siap untuk pindah ke rasio gigi yang lebih berat atau tinggi.

Saat menanjak, kecenderungan pengemudi akan menekan pedal gas lebih dalam. Putaran mesin yang tinggi ini malah terbaca oleh modul transmisi, bahwa torsi telah optimal untuk melakukan perpindahan gigi.

Padahal dalam kondisi tanjakan curam atau tanjakan panjang, putaran mesin memang akan meninggi, namun rasio gigi harus yang lebih rendah agar torsi lebih mudah didapat.

Baca juga: Meluncur di Malaysia, Toyota RAV4 Mungkinkah ke Indonesia?

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

“Kalau posisi gigi tetap di ‘D’, saat kita geber melewati tanjakan curam, gigi akan otomatis berpindah. Jadi mobil bisa kehilangan torsi dan gagal nanjak,” ucap Hermas.

“Sementara kalau pakai ‘L’ atau ‘D1’, gigi akan terus ditahan di posisi paling rendah. Sehingga bisa dengan mudah mendorong mobil melewati tanjakan curam,” tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X