Jangan Norak, Masuk Terowongan Menyalakan Lampu Utama, Bukan Hazard!

Kompas.com - 12/06/2020, 11:42 WIB
Ilustrasi menyetir melewati terowongan. SHUTTERSTOCKIlustrasi menyetir melewati terowongan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika mengemudi di siang hari, kemudian melewati terowongan, sering terlihat rambu untuk menyalakan lampu utama. Namun, ada sebagaian pengemudi justru menyalakan hazard.

Ini jelas salah, karena menyalakan lampu ini kewajiban yang harus dilakukan dan jangan disepelekan.

Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, menyalakan lampu ketika melewati terowongan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keselamatan berkendara.

“Fungsi menyalakan lampu utama saat melewati terowongan itu ada dua, sebagai penerangan dan alat komunikasi,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

Baca juga: Ganjil Genap Mobil dan Motor Mulai Diterapkan 12 Juni 2020?

Rambu TerowonganPasangmata.com Rambu Terowongan

Ketika memasuki terowongan, tentunya visibilitas akan berkurang walaupun saat siang hari. Jadi dengan menyalakan lampu bisa membantu memperbaiki visibilitas pengemudi. Selain itu, cahaya merupakan alat komunikasi yang efektif.

“Lampu digunakan sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lain. Menyalakan lampu dapat membantu pengguna jalan lain melihat kendaraan kita melalui spionnya,” kata Jusri.

Dibandingkan tidak ada lampu, suasana dalam terowongan menjadi gelap. Menyalakan lampu membuat pengguna jalan lain sadar akan adanya pengemudi lain. Jika tidak dinyalakan, khawatir ketika pengemudi pindah jalur, tidak terlihat melalui spionnya.

Baca juga: Upgrade Mesin Vespa Smallframe Andre Taulany Habiskan Rp 55 Juta

“Lampu merupakan alat komunikasi yang paling efektif karena kecepatannya. Kecepatan cahaya lebih cepat dibanding suara. Jadi dari jarak yang jauh, terlihat lampu yang menyala berarti ada kendaraan pada posisi tersebut,” kata dia.

Jusri juga mengingatkan, jangan sampai salah kaprah, menyalakan lampu hazard saat masuk terowongan.

Menyalakan lampu hazard ketika mobil sedang berjalan merupakan kebiasaan yang salah dan membahayakan.

Pasalnya, dengan menyalakan hazard, maka informasi ketika pengemudi mau pindah jalur di dalam terowongan jadi hilang. Pengemudi di belakang atau di depan, akan kesulitan menebak manuver pengmudi dengan hazard, karena hanya digunakan waktu kondisi darurat dan berhenti.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X