Pantai Mutiara Banjir, Ketahui Batas Aman Motor Melintas Genangan

Kompas.com - 06/06/2020, 12:02 WIB
Pengendara sepeda motor saat menuntut motornya yang mogok karena terendam banjir di jalan Yos Sudarso Semarang, Kamis (4/6/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAPengendara sepeda motor saat menuntut motornya yang mogok karena terendam banjir di jalan Yos Sudarso Semarang, Kamis (4/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.comBanjir rob baru saja terjadi di Jakarta Utara, terutama Pantai Mutiara sejak Sabtu (6/6/2020) dini hari. Peristiwa ini tentunya menyebabkan tergenangnya ruas jalan dan kendaraan, salah satunya sepeda motor.

Jika motor terlanjur terendam, jangan coba menyalakan mesinnya, karena hanya akan memperburuk efek dari banjir tersebut. Lalu bagaimana batas aman tinggi banjir yang merendam motor?

Technical Service Division PT Astra Honda Motor Endro Sutarno mengatakan, ada batas maksimum dari genangan air yang merendam motor.

Baca juga: Kata Komunitas Tentang Fortuner 2020 yang Harganya Tembus Rp 800 Juta

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Banjir rob di Kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juni 2020. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadi rob diantaranya fase bulan purnama, tinggi muka air laut, potensi gelombang dan kombinasi pasang air laut. Diperkirakan potensi rob terjadi hingga Sabtu (6/6). - via @hilmanfw #jktinfo

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on Jun 5, 2020 at 12:28pm PDT

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Selama tinggi air masih di bawah ujung knalpot, masih aman untuk motor. Tinggi banjir yang aman untuk motor bisa dilihat dari bisa tidaknya banjir itu dilewati oleh motor,” ucap Endro kepada Kompas.com belum lama ini.

Jika air melebihi batas tersebut, jangan pernah coba menyalakan mesinnya. Khawatir ada air yang masuk ke bagian kelistrikan dan mesin. Karena biaya perbaikan komponen tersebut karena banjir bisa merogoh kocek yang dalam.

Jika motor masih berada pada batas yang aman, kata dia bisa melakukan pembilasan dengan air bersih. Melakukan pembilasan setidaknya bisa menetralisir efek dari air laut. Sebab, air laut yang asin bisa memicu timbulnya karat bahkan keropos.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.