Sudah Tahu Posisi yang Benar Mengendarai Motor Sport?

Kompas.com - 02/06/2020, 11:02 WIB
Pelatihan teori safety riding, sebelum menunggangi RC213V-S di Safety Riding Center Wahana Jatake (18/8/2017). IstimewaPelatihan teori safety riding, sebelum menunggangi RC213V-S di Safety Riding Center Wahana Jatake (18/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa orang mungkin memiliki caranya masing-masing untuk mengendarai sepeda motor berjenis sport. Namun, tidak semuanya paham bagaimana posisi yang benar saat mengendarai motor tersebut.

Salah satu ciri khas dari sepeda motor sport posisi tangki bahan bakar di depan pengedara dan jarak setang yang jauh dari jok. Desainnya membuat cara mengendarai jenis motor ini berbeda dari dua jenis motor lainnya, yakni motor bebek dan skutik.

Baca juga: Naik Motor Sport, Begini Teknik Benar Pengeremannya

Dengan posisi badan yang merunduk, tak sedikit pengendara motor sport yang sulit menemukan posisi nyaman. Namun demikian, faktor kenyamanan sangat penting supaya tubuh tidak terlalu capek dan tetap bisa berkonsentrasi penuh saat berkendara.

Kegiatan safety riding bersama komunitas blogger dan vloggerHMY Kegiatan safety riding bersama komunitas blogger dan vlogger

Setelah mendapatkan posisi berkendara yang cukup nyaman, perhatikan juga bagian lengan. Ketika mengendarai motor, maka lengan harus sedikit menekuk.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, posisi lengan yang agak menekuk membantu rider mengontrol motor dalam keadaan darurat. Misalnya, ketika menghantam lubang atau pengereman mendadak.

"Karena tangan yang menekuk akan mengikuti rebound atau pantulan dari motor jika terjadi benturan saat melintas jalan berlubang," kata Jusri, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Motor Sport Karburator yang Masih Diburu Pembeli

Jusri menambahkan, selain lengan yang menekuk, bobot dari tubuh juga harus lebih banyak bertumpu pada bagian belakang motor. Kemudian, kedua paha mengapit tangki bahan bakar.

Posisi seperti ini untuk mengantisipasi pergeseran riding position ketika terjadi pengereman mendadak. Selain itu, agar pengendara tidak terpental dari motor.

Menurut Jusri, ketika terjadi pengereman mendadak, apalagi dalam kecepatan tinggi, maka dalam waktu cepat bobot akan berpindah ke bagian depan motor. Perpindahan bobot dalam waktu cepat ini cukup berbahaya karena bisa membuat motor sulit dikendalikan.

"Secara keseluruhan, (mengendarai motor sport) pergerakan pengendara tidak boleh terganggu. Pengendara harus mampu lakukan pergerakan ke kiri atau kanan," ujar Jusri.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X