Beli Sepeda Motor Baru, Masih Pentingkah Masa Inreyen?

Kompas.com - 29/05/2020, 10:22 WIB
Beragam diskon motor baru dan aksesoris Honda tersedia di IIMS Moto Bike Expo KOMPAS.com/DioBeragam diskon motor baru dan aksesoris Honda tersedia di IIMS Moto Bike Expo

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemilik sepeda motor baru biasanya dianjurkan untuk menghabiskan masa inreyen terlebih dahulu sebelum mengendarai kendaraannya dengan normal.

 

Namun, meski ada kemajuan teknologi pada industri sepeda motor, apakah masa inreyen ini masih perlu dijalankan pemilik?

Inreyen atau masa brek-in, di mana komponen-komponen pada mesin motor sedang dalam masa penyesuaian. Jadi, bukan hanya pengendaranya yang butuh adaptasi, tapi komponen pada mesin juga beradaptasi.

Kepala Mekanik AHHAS DAM, Wahyudin, mengatakan, inreyen pada motor-motor yang kapasitas mesinnya kecil sebetulnya sudah tidak diperlukan lagi.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Transmisi Mobil Matik yang Mulai Rusak

“Bisa langsung digunakan, hanya saja jika mau naik kecepatan, percepatannya harus lambat. Sebab, piston dan boring pada mesin sekarang ini sudah dibuat siap pakai. Celahnya sudah dibuat besar,” ujar Wahyu kepada Kompas.com.

Sepeda motor Honda merajai pada 2016.AHM Sepeda motor Honda merajai pada 2016.

Selain itu, inreyen dilakukan agar sisa-sisa logam berupa serpihan-serpihan logam yang ada dalam mesin berukuran sangat kecil bisa dibersihkan.

Terutama setelah komponen tersebut selesai diproduksi, biasanya akan dicelupkan ke dalam oli pengawet agar tidak mudah teroksidasi akibat kelembaban yang mungkin terjadi pada saat proses distribusi dari pabrik pembuatan komponen (vendor) ke pabrik perakitan motor (manufacture).

Baca juga: Penyebab Oli Matik pada Mobil Berkurang

Untuk mencegah rusaknya komponen motor saat digunakan pertama kali, partikel-partikel sisa serpihan logam dan oli pengawet ini harus dibersihkan secara manual saat masa inreyen.

Motor dengan kapasitas mesin 250 cc ke atas, disarankan Wahyu untuk melakukan inreyen. Sebab, jika tidak keusan di silinder bisa tidak merata akibat kenaikan panas yang terlalu cepat.

“Inreyen itu paling sedikit sampai 250 km, paling lama 500 km. Sepengalaman saya seperti itu, sebab setiap pabrikan motor besar punya rekomendasi sendiri, bisa dilihat di buku manualnya,” katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X