Kenali Tanda-tanda Transmisi Mobil Matik yang Mulai Rusak

Kompas.com - 28/05/2020, 19:42 WIB
Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik

JAKARTA, KOMPAS.com - Transmisi otomatis pada mobil harus selalu diperiksa untuk memastikan kondisinya. Terlebih buat anda yang akan membeli mobil bekas dengan transmisi matik.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi transmisi pada mobil matik, bisa dilakukan dengan cara mengendarainya langsung.

Pemilik bengkel AP Speed di Cipinang Jakarta Timur, Imam Choiri alias Apre, mengatakan, langkah awalnya bisa dengan mencoba semua fungsi perpindahan tuas transmisi.

Baca juga: Headrest yang Menyatu dengan Jok Berbahaya Bagi Pengemudi?

Pindahkan transmisi ke semua posisi dalam kondisi mesin menyala. Kondisi masih normal jika perpindahan dapat dilakukan dengan mudah, dan tidak terdapat entakan yang keras saat dipindahkan ke salah satu level transmisi.

Komponen transmisi matikAditya Maulana, KompasOtomotif Komponen transmisi matik

“Kalau ada entakan keras, berarti ada kerusakan di bagian internal transmisi, atau bisa juga ada kerusakan di ECU. Sebaiknya hindari mobil bekas yang mengalami hal ini, karena biaya perbaikan transmisi dan ECU cukup mahal,” ujar Apre kepada Kompas.com.

Kemudian, pastikan saat transmisi melakukan perpindahan gigi secara otomatis, tidak ada getaran berlebih pada tuas transmisi.

Baca juga: Masih Banyak yang Jarang Merawat Lap Microfiber Meski Sering Dipakai

“Selain itu, perhatikan jeda saat transmisi berpindah, hingga transmisi memberi respon. Kalau kelamaan pasti ada masalah, normalnya jeda tidak lama, paling lama sekitar dua detik,” katanya.

Pastikan juga mobil matik langsung merespon baik ketika melakukan kickdown saat dibawa berkendara. Jika akselerasi melemah, atau putaran mesin meninggi, tapi kecepatan tidak meningkat signifikan, bisa jadi kampas kopling mulai habis.

“Itu gejala selip, paling parah bisa sampai tidak kuat menanjak saat berada di tanjakan. Solusinya harus ganti kampas kopling, selain selip, tanda lainnya juga bisa muncul bunyi kasar dari sekitar girboks,” kata Apre.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X