Jangan Asal Pasang, Aki Zaman Now Berbeda dengan Mobil Jadul

Kompas.com - 18/05/2020, 11:22 WIB
Ilustrasi perawatan aki pada mobil personal.neacelukens.comIlustrasi perawatan aki pada mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Aki merupakan komponen yang penting pada kendaraan, salah satunya mobil. Mengikuti perkembangan teknologi pada mobil, aki juga harus menyesuaikan dengan spesifikasi yang lebih zaman now alias modern.

Dedy Ismanto, Product Manager Bosch Automotive Indonesia, mengatakan, kebutuhan aki untuk mobil berbeda-beda setiap model ataupun baru dan zaman dulu ( jadul).

Mobil baru membutuhkan aki dengan kapasitas lebih tinggi. Melihat mobil yang memiliki fitur colokan daya untuk mengisi baterai telepon genggam dan banyak juga yang memiliki teknologi start-stop engine,” kata Dedy dalam acar virtual workshop beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Ban Kelebihan atau Kekurangan Udara?

Indikator start stopcarproUSA Indikator start stop

Tentunya dengan teknologi start-stop engine, aki memiliki kerja yang lebih besar. Aki yang digunakan harus memiliki aliran daya yang konsisten. Jadi tidak bisa disamakan dengan menggunakan aki biasa dengan mobil yang tidak memiliki teknologi tersebut.

“Untuk mobil lama, teknologinya enggak ribet, cukup aki standar saja. Jika menggunakan aki yang spesifikasinya terlalu tinggi, nanti malah mubazir,” ucap Dedy.

Dedy menambahkan, aki yang tidak sesuai kebutuhannya, bisa terjadi kerusakan pada sistemnya. Perbedaan sistem pengisian malah membuat mubazir, karena sistem yang model lama tidak mengisi aki dengan teknologi terbaru.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Jalan Beton Bikin Ban Gampang Aus?

Selain itu, Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, mengatakan, mengganti aki menjadi lebih besar bisa membuat kerja alternator menjadi lebih berat.

“Biasanya alternator hanya bekerja untuk mengisi arus listrik ke aki standar. Jika diganti menjadi lebih besar, kerja alternator juga akan lebih berat,” kata Suparna kepada Kompas.com.

Selain alternator yang menjadi korban, dinamo ampere juga akan lebih cepat mengalami kerusakan karen bekerja lebih berat ketika mengganti aki dengan ukuran yang lebih besar.

Jadi lebih baik menggunakan aki yang sesuai kebutuhannya. Daripada membeli aki teknologi tinggi namun tidak sesuai, malah menghamburkan uang. Karena biasanya, aki dengan teknologi tinggi memiliki harga yang lebih mahal dibanding yang standar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X