Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Cepat, Pilih Metode Tambal Ban yang Aman

Kompas.com - 18/05/2020, 11:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban merupakan komponen penting pada kendaraan karena langsung bersentuhan dengan aspal. Fungsinya yang vital, membuat ban sangat berpengaruh pada stabilitas kendaraan.

Untuk menjaga perfomanya, tekanan udah pada ban wajib dipantau secara rutin oleh pemilik mobil. Jika terjadi kebocoran, jangan segan untuk melakukan perbaikan atau ditambal.

“Harus diingat, tambal ban model tusuk sifatnya hanya sementara, sampai dibawa ke bengkel. Jika dalam jangka waktu yang lama bisa membahayakan buat pemilik kendaraan itu sendiri,” ujar On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, Zulpata Zainal kepada Kompas.com.

Baca juga: Ban Serep Jangan Dilupakan, Tetap Perlu Dirawat

Kepala Bengkel Warna-Warni Ban, Wilman Ramo, mengatakan, metode tambal ban yang aman dan disarankan memang harus dari dalam.

Ilustrasi tambal ban pinggir jalan yang biasa menawarkan jasa tambal model tusukGridOto.com Ilustrasi tambal ban pinggir jalan yang biasa menawarkan jasa tambal model tusuk

“Namanya tambal ban tech atau yang banyak orang menyebutnya tambal tip top. Namun tidak semua bengkel punya metode tambal jenis ini, karena jarang yang punya alatnya,” ujar Wilman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/05/2020).

Baca juga: Cara Benar Merawat Moge yang Jarang Digunakant

Wilman melanjutkan, hal lain yang membuat tambal tip top jarang dipilih oleh pemilik mobil karena pekerjaannya yang cukup lama, sehingga banyak dari mereka yang lebih memilih melakukan tambal tubeless.

“Tambal tubeless memang lebih cepat pengerjaannya, dan lebih murah. Tetapi kalau dari segi keamanan tergantung dari ban dan lubang yang ditambal,” katanya.

Ada beberapa bagian yang haram untuk ditambal, terutama bagian dinding ban dan area shoulders, atau bagian perbatasan antara tapak dan dinding ban.

“Biasanya di telapak ban. Kalau posisi yang bocor itu disamping bisa ditambal tetapi tidak aman, dan tidak akan lama. Pasti akan bocor lagi dan bisa lepas tambalan tubelessnya. Jadi, lebih baik memang langsung dilakukan penggantian ban,” kata Wilman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.