Ini Daftar Tujuan Bus AKAP yang Sudah Beroperasi, Jawa dan Sumatera

Kompas.com - 14/05/2020, 14:41 WIB
Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi COVID-19 mulai 24 April guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19 di wilayah Indonesia.
Penulis Stanly Ravel
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 36 Perusahaan Otobus (PO) antarkota antarprovinsi ( AKAP), sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) untuk kembali beroperasi di tengah larangan mudik.

Secata total, dari 36 PO tersebut jumlah unit yang mendapatkan izin hanya 300 armada. Bus tersebut dapat beroperasi bukan untuk mudik, melainkan melayani penumpang dengan kriteria khusus yang dikecualikan dalam Surat Edaran Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020.

Untuk wilayah Jakarta, semua bus tersebut hanya boleh mengangkut para penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Namun demikian untuk kota-kota tujuannya memang sangat terbatas.

Baca juga: Kembali Beroperasi, Bus AKAP Justru Bisa Rugi

"Ada 36 PO yang diberikan izin operasi sebagai angkutan khusus dan hanya di Pulo Gebang saja. Karena kebutuhan bukan untuk mudik, jadi memang wilayah tujuannya tidak semua kota seperti normal," ucap Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, kepada Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Pria yang akrab disapa Sani itu juga menjelaskan bila harga tiket yang ditawarkan untuk calon penumpang sudah mengalami revisi harga yang signifikan. Kenaikannya cukup tinggi, mulai dari 50 persen hingga 100 persen lebih.

Kondisi lantaran memang adanya aturan yang telah disepakati karena bus wajib beroperasi dengan menerapkan physical distancing. Artinya, penumpang yang dibawa tak boleh lebih dari 50 persen kapasitas normal.

Baca juga: Aturan Tidak Jelas, Pengusaha Bus Minta Ketegasan soal Bebas Covid-19

Ambil contoh untuk Jakarta-Bengkulu dengan PO Siliwangi Antar Nusa (SAN). Menurut Sani, tarif normalnya sekitar Rp 450.000 namun karena adanya kesepakatan maka naik 50 persen menjadi Rp 675.000.

Kemenhub, BPTJ, Kepolisian, dan Dishub DKI awasai penyelanggaran transportasi darat di Pulo GebangKemenub Kemenhub, BPTJ, Kepolisian, dan Dishub DKI awasai penyelanggaran transportasi darat di Pulo Gebang

"Kita lihat juga kemampuan dan kondisi masyarakat di masa pendemi ini, jadi kita hanya naik 50 persen menjadi Rp 675.000 untuk rute Jakarta-Bengkulu. Pada intinya kesempatan kami beroperasi lagi sudah bukan fokus untuk bisnis, tapi lebih ke melakukan pelayanan," kata Sani.

Sementara untuk PO Sumber Alam dengan jurusan Jakarta-Yogyakarta, kenaikannya mencapai 100 persen lebih. Bahkan lebih mahal dari tarif saat musim Lebaran.

Baca juga: Mobil Murah Terpaksa Minum BBM Premium, Wajib Lakukan Hal Ini

 

"Untuk pemesanan tiket harganya sudah naik, karena memang sudah didesak untuk mahal seperti yang awal-awal lalu, kami ini naik lebih dari 100 persen, lebih mahal dari Lebaran biasanya," ujar Direktur PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X