Plus Minus Beli Mobil Bekas Lewat Balai Lelang

Kompas.com - 14/05/2020, 13:14 WIB
Calon peserta lelang saat mengikuti lelang mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGCalon peserta lelang saat mengikuti lelang mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi Anda yang mengincar mobil bekas, barangkali sekarang lebih sering mencarinya lewat situs jual beli mobil secara daring, maupun dengan datang langsung ke showroom.

Padahal ada cara lain, yakni dengan cara membeli lewat balai lelang. Keuntungannya, Anda akan mendapat mobil bekas dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Meskipun pembelian lewat bursa lelang identik dengan jumlah yang banyak, padahal konsumen perorangan juga diperbolehkan ikut.

Baca juga: Mudik Lokal Tak Dilarang, Ini Aturan untuk Pengguna Motor Saat Lebaran

Proses lelang di balai lelang Ibid, Jakarta.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Proses lelang di balai lelang Ibid, Jakarta.

Namun kekurangannya, pilihan mobil di balai lelang kadang terbatas pada model tertentu saja. Pilihannya tentu tidak selengkap di showroom.

Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur Balai Lelang Serasi (Ibid), mengatakan, secara jumlah pembeli mobil perorangan di balai lelang memang tidak begitu banyak.

Oleh sebab itu, konsumen harus jeli dalam memilih. Jika ingin mendapat mobil dengan kondisi yang bagus, pilihlah kendaraan dengan grade A, dengan konsekuensi harga lebih mahal.

Baca juga: Begini Aturan Bawa Penumpang Mobil Saat Mudik Lokal di Jabodetabek

mobil bekas yang dijual secara lelang di ibid-balai lelang serasiAri Purnomo mobil bekas yang dijual secara lelang di ibid-balai lelang serasi

“Namun kalau mau yang murah, bisa pilih grade B atau grade C, bahkan grade D. Tapi harus keluar ongkos untuk perbaikan sana-sini,” kata Doxa, kepada Kompas.com belum lama ini.

Sementara itu, menurut Taufik Feby, pemilik showroom D23 Autocare di Bandung, Jawa Barat, mengatakan, konsumen mobil bekas harus menyisihkan dana untuk perbaikan sekitar Rp 10 juta.

“Jadi mobil bekas kondisinya enggak ada yang sempurna, pasti ada saja perbaikan meski cuma sedikit,” ucap Taufik.

“Buat bikin segar mesin dan transmisi sekitar Rp 3 juta, kaki-kaki Rp 2 juta, bersihkan interior dan eksterior Rp 1 juta, perbaikan bodi-bodi kalau ada yang lecet Rp 2 juta. Paling tidak amannya siapkan Rp 10 juta,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X