Kompas.com - 08/05/2020, 17:22 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat kendaraan seperti sepeda motor jadi jarang dipakai. Tapi meski lebih sering di garasi, motor tetap butuh perawatan.

Salah satu komponen utama yang perlu dijaga adalah aki. Komponen satu ini bertugas menyimpan energi listrik yang mana salah satu tugasnya yaitu untuk menghidupkan mesin motor.

Agar aki motor tetap memiliki kualitas yang baik, berikut empat saran dari PT Astra Honda Motor (AHM) dalam melakukan perawatan aki motor.

Penggunaan motor yang kurang tepat juga bisa membuat aki motor cepat soakkompas.com Penggunaan motor yang kurang tepat juga bisa membuat aki motor cepat soak

1. Panasi Motor

Cukup memanasi mesin sepeda motor dirumah tanpa harus dikendarai, hal ini dapat dilakukan secara berkala yakni sehari sekali dan ini sangat penting untuk menjaga kualitas aki maupun mesin sepeda motor.

Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), mengatakan, memanaskan mesin juga tidak butuh waktu terlalu lama cukup tiga sampai empat menit.

Baca juga: Ojol Modus Kehabisan Bensin, Berapa sih Kapasitas Tangki BBM Motor?

"Dengan kondisi sekarang, para pemilik sepeda motor sebaiknya memanaskan sepeda motornya selama 3-4 menit untuk menjaga kualitas aki sehingga tetap memberikan suplai arus listrik ke part komponen kelistrikan sepeda motor dan menyimpan energi listrik dengan baik,” katanya.

2. Cek Aksesori

Apabila adanya pemasangan aksesoris atau part modifikasi yang menggunakan energi listrik, perlu diperhatikan saat melakukan pemasangan dengan memastikan sumber arus listrik yang akan digunakan.

“Jika ingin memodifikasi seperti lampu, klakson ataupun part yang membutuhkan kelistrikan, perlu menambahkan sekring tersendiri untuk menghindari korsleting atau terputusnya arus listrik pada sepeda motor,” katanya.

New Honda CBR150R dengan warna dan stripe baru, Senin (29/1/2018).Istimewa New Honda CBR150R dengan warna dan stripe baru, Senin (29/1/2018).

3. Cek Level Aki Basah

Bagi pada pemilik sepeda motor yang menggunakan aki basah, perlu dilakukan pengecekan secara berkala terhadap jumlah debit air aki.

Pada komponen aki, terdapat tanda batas jumlah debit air aki atau yang disebut upper lower. Jika sudah berada di bawah (lower) maka air aki perlu ditambah.

Baca juga: Ingat Lagi Aturan Boncengan Motor dan Penumpang Mobil di PSBB Jabar

“Periksa jumlah debit air aki, jika debit air kurang maka diharuskan melakukan penambahan air aki sebatas garis upper yang tertera pada aki basah” ujar Endro.

4. Jangan Langsung Beli Baru

Aki yang mengalami masalah seperti soak bukan berarti harus memutuskan membeli aki yang baru, namun perlu juga dicek sistem pengisian daya listriknya.

“Sering terjadi anggapan bahwa aki soak harus diganti dengan yang baru, namun bisa saja penyebabnya ada masalah di pengisian daya listrik yang masuk ke dalam aki. Oleh karena itu, penting untuk memastikan sistim pengisisanya disepeda motor,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.