Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Jarang Dipakai, Jangan Asal Pilih Cover Pelindung Bodi

Kompas.com - 06/05/2020, 16:30 WIB
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat memilih tinggal di rumah, sehingga mobil jadi lebih sering berada di garasi.

Salah satu yang kerap dilakukan pemilik jika mobil lama tidak dipakai ialah menyarungkan bodi mobil. Pemakaian car cover itu berguna untuk menangkal debu atau bahkan goresan kuku kucing.

Meski tujuannya baik, tapi tidak semua car cover sebetulnya bagus untuk mobil. Seperti disebutkan, Christopher Sebastian, Presiden Direktur XTO Car Care, bahwa car cover bisa bikin bodi baret.

Baca juga: Hindari Modus Pecah Kaca, Begini Cara Simpan Barang di Mobil yang Aman

Sarung mobil BitelBlackNMAA Sarung mobil BitelBlack

"Bisa muncul baret halus pada permukaan cat mobil. Selain itu memakai car cover yang kurang baik juga bisa membuat kualitas cat menurun," kata Christopher kepada Kompas.com, belum lama ini.

Christopher menyarankan pemilik mobil memilih car cover dari bahan yang baik. Saah satu kriterianya ialah tebal, dan anti air. Car cover yang bagus bukan cuma menanggal debu tapi juga tidak bikin lembab. 

“Cari yang tidak bikin bodi lembab. Karena kalau pakai bahan yang bikin lembab, penguapan kimia dari cat jadi keluar, sehingga pada mobil berwarna putih, biasanya akan timbul bercak-bercak kuning,” katanya.

Baca juga: Kaca Mobil Gelap Efektif Tangkal Kejahatan

sarung mobilKompas.com/Fathan Radityasani sarung mobil

Jika mau lebih bagus kata Chistopher, bisa menggunakan bubble cover. Sesuai namanya, bentuknya seperti balon transparan yang membungkus mobil. Hanya saja biasanya harganya lebih mahal.

Perbedaannya, yaitu pada mekanismenya. Di dalam bubble cover tetap ada udara, dan udara tersebut bersikulasi sehingga tetap segar dan tidak lembab. Udara itu dihasilkan dari kompresor.

"Debu bisa menembus car cover, jadi baret-baret halus pasti ada. Pakai bubble cover, jadi enggak ada debu yang masuk, apalagi baret,” kata Chocky, pemilik dari Autodeptsideworks, Meguiars Indraprasta Bogor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.